Cegah Dampak Negatif Medsos, Ari Wijaya Terapkan Materi Khusus untuk Siswanya

Ari Wijaya kerap memantau postingan FB para murid di SMA 1 Kudus. Dari beberapa data yang diperolehnya, ia termotivasi mengajarkan internet secara bijak kepada muridnya dalam pelajaran kewirausahaan nanti. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Ari Wijaya kerap memantau postingan FB para murid di SMA 1 Kudus. Dari beberapa data yang diperolehnya, ia termotivasi mengajarkan internet secara bijak kepada muridnya dalam pelajaran kewirausahaan nanti. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Materi tentang kewirausahaan yang pernah diterapkan SMA 1 Kudus pada dua tahun lalu, akan dikembangkan lagi pada tahun ini. Ari Wijaya guru mapel Kewirausahaan mengatakan, materi tersebut akan diperkenalkan pada siswa kelas XI di SMA 1 Kudus.

”Rencananya saya menerapkan kembali materi kewirausahaan kepada para siswa. Khususnya siswa kelas XI. Dalam materi kewirausahaan ini, saya memberikan penerapan materi tentang bisnis online,” kata Ari saat ditemui sore ini di SMA 1 Kudus.

Ari menjabarkan penyampaian materi yang dipergunakan berupa teori dan praktek. Pada penerapan teori nanti, Ari menjelaskan seluk beluk mengenai bisnis online dan risikonya menghadapi konsumen dalam bisnis ini.

”Saya juga menyiapkan bekal untuk siswa agar memahami dunia onlineshop. Rencananya dalam sebuah kelompok, saya bebaskan mereka menjual apa saja dalam bisnis online ini. Boleh menggunakan media sosial apa saja, baik FB, twitter, Path, Instagram, dan sebagainya,” jelas Ari.

Tujuan dari materi ini bukan semata-mata mencari penghasilan saja. Tapi juga mengarahkan langsung kepada siswa, supaya mereka menggunakan internet dengan bijak. Ari mengemukakan alasannya menggunakan tujuan tersebut. Ia menilai banyak status yang tidak terlalu penting diungkapkan di medsos. Mulai dari keluhan maupun umpatan kasar dinilai tidak pantas masuk ke ranah medsos.

”Daripada punya FB, misalnya, buat mengumpat tidak jelas, maka saya arahkan mereka untuk kreatif dan bijak dalam menggunakan FB atau medsos lainnya,” pungkasnya. (HANA RATRI/TITIS W)