Pengedar Uang Palsu Diancam Denda Rp 10 miliar dan 15 Tahun Penjara

Uang-palsu 3

Tersangka pengedar upal diancam denda Rp 10 miliar dan 15 tahun penjara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Tersangka pengedar uang palsu (Upal) asal Blora yang tertangkap di Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Jepara diancam denda sebesar Rp 10 miliar dan 15 tahun penjara. Hal itu sesuai dengan pasal yang dikenakan kepada tersangka tentang uang palsu.

”Pasal yang disangkakan, yakni pasal 36 ayat (2) dan (3) Undang-undang RI nomor 7 tahun 2011 jo pasal 245 KUHP. Ancamannya hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” ujar Kapolsek Nalumsari Iptu Sugiono kepada MuriaNewsCom, Rabu (16/9/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, kini tersangka untuk sementara waktu diamankan di Mapolsek setempat. Barangbukti akan dikoordinasikan dengan pemeriksaan secara laboratoris dan riksa saksi ahli dari Bank Indonesia cabang Semarang.

Sementara itu, tersangka pengedar Upal, Febri Siswantoro mengaku hanya sebagai pengedar. Dia mengaku dihadiahi uang sebesar Rp 1.000.000, untuk setiap transaksi pembelian sepeda motor menggunakan uang palsu.

”Saya tidak tahu asal uang itu dari mana. Saya hanya disuruh membeli motor dengan uang palsu,” kata Febri. (WAHYU KZ/TITIS W)