Honorer K2 Bakal Diangkat PNS, DPRD Rembang Mulai Siapkan Kajian Beban Anggaran 

Puji Santoso, anggota Komisi A DPRD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Puji Santoso, anggota Komisi A DPRD Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – DPRD Kabupaten Rembang menanggapi keputusan Kementrian Pendayagunaan Apatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk mengangkat seluruh tenaga honorer kategori II (K2) menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebab, rencana penambahan abdi negara baru tersebut bakal bersinggungan langsung dengan ketersediaan anggaran pemerintah daerah.

Saat dikonfirmasi, Puji Santoso, anggota Komisi A DPRD Kabupaten Rembang mengakui mulai berhitung soal anggaran gaji bagi calon K2 yang akan diangkat menjadi PNS. Namun politisi Partai Gerindra ini memberikan sinyal jika pengangkatan seluruh honorer K2 yang tersisa di Rembang tidak akan membebani anggaran daerah. Sebab mulai 2016 hingga 2017 akan ada ratusan PNS setempat yang pensiun.

“Tahun depan (2016), ada sekitar 300 PNS yang pensiun. Tahun 2017 pun juga ada 500-an lagi pegawai yang purna tugas. Pengangkatan secara bertahap 333 honorer K2 yang tersisa di Rembang justru bisa jadi solusi. Namun, pengangkatan mereka menjadi PNS harus disertai dengan penataan distribusi pegawai,” ujar Puji Santoso, Rabu (16/9/2015).

Paidi, Ketua Forum Honorer K2 Rembang mengaku bersyukur atas tersampaikannya aspirasi para pegawai K2. Dia bakal mengawal keputusan Men-PAN melalui media massa hingga terbit keputusan resmi. Sedangkan, terkait teknis pengangkatan honorer secara bertahap sampai 2019, Paidi bakal legawa tentang siapakah yang akan diangkat dulu menjadi PNS.

“Apakah nanti yang diangkat adalah yang sudah lama mengabdi atau seperti apa kita manut saja. Semula honorer K2 yang tersisa di Rembang ada 335 orang. Tetapi dua orang di antaranya dicoret karena meninggal dan mengundurkan diri. Kami akan kawal hal ini melalui komunikasi aktif dengan pemerintah melalui DPR,” kata Paidi. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)