Pasar Sarang dan Lasem Batal Direnovasi, Ini Penyebabnya

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,5 miliar untuk renovasi total Pasar Lasem dan Sarang. Namun dana yang telah disiapkan nyaris dipastikan batal terserap tahun ini. Sebab, pihak Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Dinperindagkop) dan UMKM Kabupaten Rembang memutuskan untuk membatalkan rencana pembangunan dua pasar besar di Kota Garam tersebut.

“Pemerintah pusat memang telah memberi jatah anggaran total Rp12,5 miliar dari pos dana alokasi khusus (DAK). Rencana renovasi batal karena proses lelang memakan waktu cukup lama. Sementara sisa waktu di tahun anggaran ini hanya tinggal tiga bulan,” ujar Muntoha, Kepala Dinperindagkop dan UMKM Kabupaten Rembang, Senin (14/9/2015).

Muntoha mengaku khawatir jika tetap nekat melaksanakan renovasi, sebab menurutnya lelang proyek besar seperti itu bakal memakan waktu lama, belum lagi tentang ancaman waktu lelang yang berpotensi molor. Dia tidak mau jika dalam waktu yang singkat itu justru menimbulkan masalah di kemudian hari. Apalagi jika pekerjaan tersebut tidak selesai dikerjakan, maka akan ada sanksi yang harus ditanggung.

“Lalu siapa yang berani menanggung akibatnya. Kami pun sudah dipanggil oleh Pak Suko Mardiono (Pj Bupati) tentang tak diserapnya DAK untuk Pasar Lasem dan Sarang. Kami pun sudah menyampaikan alasannya. Bahkan kami juga telah menyertakan legal opinion dari Kejaksaan Negeri Rembang,” kata Muntoha. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)