Petani Kedelai di Gabus Pati Berrharap Harga Kedelai Setara Harga Benih

 

Kades Babalan Nining Sudaryati menunjukkan kadelai varietas Grobogan yagn dipanen warganya. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Kades Babalan Nining Sudaryati menunjukkan kadelai varietas Grobogan yagn dipanen warganya. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Wilayah Kecamatan Gabus memang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kedelai terbesar di Kabupaten Pati. Kendati kekeringan panjang menerpa hingga tiga bulan, tetapi mereka masih bertahan dan menghasilkan panen sesuai harapan.

Jika petani di Desa Gabus sempat panen kedelai 1,8 ton per hektare, petani di Desa Babalan berhasil panen dengan menembus angka 2,2 ton per hektare.

“Alhamdulillah, petani kedelai di Babalan bisa panen 2,2 ton per hektare dengan kualitas yang bagus. Kedelai Glycine Max atau varietas Grobogan ini butirannya besar-besar. Kami senang dengan hasil ini,” kata Kades Babalan Nining Sudaryati kepada MuriaNewsCom, Kamis (10/9/2015).

Karena itu, ia berharap kepada pemerintah agar kedelai yang dipanen bisa dihargai setara dengan harga benih. “Kami benar-benar berharap agar jerih payah petani yang menghadapi kekeringan tetapi bisa menghasilkan kedelai yang berkualitas diapresiasi dengan membelinya seperti harga benih,” harapnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)