Alhamdulilah, Desa yang Alami Kekeringan di Jepara Terus Disuplai Air

Beberapa warga menerima bantuan suplai air dari BPBD Jepara belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Beberapa warga menerima bantuan suplai air dari BPBD Jepara belum lama ini. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Wilayah kekeringan di Kabupaten Jepara memang cukup luas. Beberapa desa di Jepara sudah diberi suplai air bersih setiap pekan. Bahkan, setiap pekan, beberapa desa disuplai antara dua hingga tiga tangki air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga.

Saat ini, desa yang sudah mendapatkan kiriman air adalah Desa Rajekwesi, Kecamatan Mayong; Desa Tunggul Pandean dan Desa Blimbingrejo, Kecamatan Nalumsari; Desa Kedung Malang dan Surodadi, Kecamatan Kedung; serta Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo.

Rata-rata, masing-masing desa itu mendapatkan kiriman air bersih dari dua truk tangki tiap pekannya. ”Khusus untuk Desa Rajekwesi, warga meminta tambahan kuota air, sehingga kiriman air di desa itu menjadi tiga tangki tiap pekan,” ujar Kepala BPBD Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Jamaludin kepada MuriaNewsCom

Seperti diketahui, BPBD Jepara menggandeng pihak swasta dalam pengiriman air bersih. Setidaknya ada tiga depo air yang digandeng. Untuk wilayah Jepara bagian selatan, dipenuhi oleh depo yang mengambil air dari Gunung Muria.

“Ada tiga pihak swasta yang kami gandeng. Mereka sudah dibagi wilayahnya masing-masing. Mereka memiliki fasilitas truk tangki dengan kapasitas antara 5000 hingga 6000 liter air. Termurah, kami harus membeli air itu dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 160 ribu/tangki. Termahal, kami membelinya dengan harga Rp 325 ribu hingga Rp 350 ribu/tangki,” jelas Jamal. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)