Jika Bencana Menerjang, Desa di Jepara Harus Lakukan Ini

Kegiatan sosialisasi Desa Tanggap Bencana dilakukan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

Kegiatan sosialisasi Desa Tanggap Bencana dilakukan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

 

JEPARA – Terkait dengan bencana yang terjadi, masyarakat di Kabupaten Jepara diminta untuk proaktif dalam hal komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara Lulus Suprayitno melalui Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Kusdiyarto, dalam acara pengembangan desa siap siaga bencana di Desa Sumosari, Kecamatan Batealit, Jepara, Selasa (8/9/2015).

Menurutnya, dengan adanya kegiatan pembinaan dan pengembangan desa siap siaga bencana diharapkan dapat menjalin peran aktif masyarakat. Terutama dalam komunikasi dan koordinasi yang baik antara masyarakat dengan pemerintah.

“Kegiatan ini juga untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya dan pemeliharaan kearifan lokal. Serta lebih meningkatkan kerjasama antara pemangku kepentingan sebagai bentuk pengurangan risiko bencana ,” ujar Kusdiyarto kepada MuriaNewsCom.
Dia menambahkan, data dari indeks Rawan Bencana Indonesia, Jepara menjadi salah satu daerah yang rawan bencana peringkat 6 di Jateng dan peringkat 21 nasional. Untuk itu kegiatan seperti ini terus dilakukan setelah sebelumnya kegiatan serupa kita laksanakan di Karang Randu Pecangaan dan desa Kemojan Karimunjawa pada bulan lalu.
(WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)