Budidaya Kangkung, Tanam Sekali Omzet Berkali-kali

Bati, petani asal Desa Babalan, Kecamatan Gabus, tengah memetik sedikit tanaman kangkung di sawahnya untuk dimasak. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Siapa sangka budidaya kangkung yang harganya murah meriah di pasar, tetapi justru bisa menghasilkan penghasilan tambahan yang menggiurkan. Dalam sekali tanam saja, omzet datang berkali-kali tanpa harus menanam lagi.

Bati (50), misalnya. Warga Desa Babalan, Kecamatan Gabus, ini menyisihkan lahan sawahnya seluas 12×6 meter untuk menanam sayur kangkung. Sementara itu, lahan yang lain digunakan untuk menanam palawija.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan penghasilan tambahan di tengah kesibukannya menanam palawija. Meski terkesan sambilan, kangkung Bati dihargai Rp 250 ribu sekali panen dalam waktu dua pekan.

Tak ayal, Bati bisa meraup untung Rp 500 ribu per bulan hanya dalam sekali tanam. ”Menanam kangkung itu mudah. Kita menebar benih satu kali, kita bisa panen berkali-kali sampai tanaman itu jenuh sendiri. Setelah kita panen, kangkung bisa tumbuh lagi dan itu berulang-ulang tidak ada habisnya,” tuturnya saat ditemui MuriaNewsCom, Selasa (8/9/2015).

Dengan memanfaatkan lahan kecil itu, Bati bisa panen palawija sekaligus panen kangkung dua pekan sekali. Menggiurkan, bukan? (LISMANTO/TITIS W)