Peternak Ikan Juga Keluhkan Sulitnya Pemasaran

ikan-nila

KUDUS – Tidak hanya mahalnya harga pakan yang menjadi persoalan, namun penjualan hasil panen, juga seringkali menjadi keluhan para peternak ikan. Hal itu sudah terjadi selama dalam kurun waktu yang cukup lama.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kudus Budi Santoso mengatakan, selain pakan, kendala dalam bidudaya ikan adalah pada pemasarannya. Katanya, kebanyakan para pembudidaya ikan hanya menjual ke pasar.

“Kadang kalau panen harga bisa anjlok, sehingga hal tersebut dapat merugikan para peternak ikan, dan hal ini membuat peternak lele putus asa, karena harga jual yang murah, sedangkan harga pakan tinggi,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menyikapi persoalan tersebut, katanya, dinas membuatkan Unit Pengelolaan Perikanan (UPP). Dengan adanya kelompok itu, diharapkan dapat memecahkan persoalan yang selama ini melanda para pembudidaya ikan.

”UPP sudah terbentuk Rabu (14/1/2015). Anggotanya baru kelompok ikan pembenihan dan ikan pembesaran. Jadi dengan adanya wadah ini, mereka dapat memberitahukan keluhan mereka dan mencari solusi bersama,” ujarnya.

Dia menambahkan, pertemuan rutin antarpeternak akan dilakukan. Kemudian, proyeksi pembentukan UPP sendiri adalah untuk menggandeng perusahaan dalam menyuplai pakan. Sehingga, para pembudidaya dapat harga yang lebih murah. Selain itu juga, pihaknya berharap supaya pakan nantinya dapat dibayar ketika panen. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)