Jangan Kaget, di Kudus Ada Sekolah Sehebat Ini

Seorang guru mengamati lahan kolam ternak ikan di MI NU Miftahul Falah Pasuruhan Kidul, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Seorang guru mengamati lahan kolam ternak ikan di MI NU Miftahul Falah Pasuruhan Kidul, Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Belum cairnya dana bantuan operasional sekolah atau BOS saat ini, membuat sekolah harus memutar otak.

Biasanya, sekolah akan mencari dana talangan. Supaya kebutuhan pendidikan bisa terpenuhi setiap harinya.Namun tidak demikian dengan MI NU Miftahul Falah, Pasuruhan Kidul, Kecamatan Jati, Kudus.

Sebab sekolah yang berdiri 1984 tersebut mempunyai cara tersendiri mengumpulkan
uang untuk menutup kebutuhan sekolah tersebut. Yaitu dengan cara mengelola lahan kosong yang sudah dijadikan kolam ikan dan ditanami pisang.

Kepala MI NU Miftahul Falah Pasuruhan Kidul, Noor Farida menjelaskan,
pihaknya mempunyai cara tersendiri untuk menutup kebutuhan sekolah saat dana BOS belum keluar.Yaitu dengan cara menjual hasil ternak ikan dan tanaman pisang.

“Memanfaatkan lahan kosong milik sekolah. Itu menjadi modal kami mencari uang untuk memenuhi kebutuhan sekolah. Seperti halnya membayar ATK (alat tulis kantor), listrik , dan pulsa sekolah, dan lainnya),” kata Farida.

Pemanfaatan lahan kosong telah mampu menghasilkan  pendapatan setiap
bulannya.

“Meskipun hasil jual dari peternakan ikan dan menanam pisang tersebut belum menjangkau seluruh kebutuhan inti seperti halnya gaji guru. Tetapi hasil berkebun yang dikelola oleh pak bon (penjaga sekolah,red) bisa bermanfaat,” ujarnya. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)