Ada Banyak Cara Dekat dengan Orangtua Tanpa Sekolah Lima Hari

Mukti Sutarman, kepala SMP 1 Mejobo. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Mukti Sutarman, kepala SMP 1 Mejobo. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS – Kebijakan tidak diberlakukannya sekolah lima hari di Kudus disetujui oleh Mukti Sutarman, kepala SMP 1 Mejobo. Ditemui di ruang kerjanya, Sutarman mengatakan alasan sekolah lima hari belum dapat dilakukan di wilayah Jawa Tengah.

”Jadi edaran tentang sekolah lima hari ditujukan agar hubungan anak dengan orang tua semakin dekat. Menurut saya ada banyak cara untuk dekat dengan orang tua tanpa harus sekolah lima hari. Cara tersebut ya dengan cara sederhana, misalnya berkomunikasi lewat handphone atau saling menyapa pada pagi hari sebelum melakukan aktivitas,” kata Sutarman.

Sutarman sudah membiasakan cara tersebut di lingkup keluarganya. Kepada anak-anaknya pun Sutarman selalu berkomunikasi meski dirinya jarang ada di rumah. Contoh seperti ini, menurut Sutarman merupakan hal yang sederhana untuk mendekatkan hubungan antara orang tua dengan anak. Tanpa perlu berlibur pada hari Sabtu.

”Kalau di Jakarta diberlakukan sekolah lima hari itu saya rasa tidak apa-apa. Karena ekonomi masyarakat di Jakarta berada di kalangan menengah ke atas. Para orang tua sibuk mencari nafkah sehingga kurang ada waktu dengan anak. Maka, sekolah lima hari di sana menjadi kebutuhan khusus. Kalau di Jawa Tengah, sekolah lima hari membuat anak pulang sore, kurang ada kegiatan di luar sekolah,” sambungnya.

Disinggung terkait dengan kearifan lokal, Sutarman juga menanamkan aspek keagamaan dan kesenian di sekolahnya. Kesenian terutama ditanamkan di sekolah ini, seperti ekstrakurikuler karawitan, olahraga, dan sebagainya. Hal tersebut dikembangkannya dalam rangka membentuk otak kiri dan kanan para peserta didik agar menjadi seimbang. (HANA RATRI/TITIS W)