Pelaku Seni Berharap Kesenian Tradisional Tidak Tergerus Modernisasi

Masturi, pegiat kesenian tradisional (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masturi, pegiat kesenian tradisional (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Masturi, salah satu pelaku seni wayang kulit dan kentrung asal Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, Kudus berharap agar kesenian tradisional tidak tergerus dengan modernisasi.

Menurutnya, kesenian tradisional seperti wayang dan kentrung, merupakan salah satu alat untuk menyebarkan agama pada zaman dulu. Baik itu agama Islam, Hindu, Budha maupun lainnya.

”Sebenarnya kesenian ini ialah sebuah cara untuk menyebarkan agama. Baik agama Islam, Hindu, Budha atau yang lain. Seperti halnya cerita pewayangan yang di dalamnya ada unsur ajaran agama,” ujar Mastur.

Untuk itu, katanya, kesenian tradisional harus bisa dijaga serta dipertahankan. Sehingga anak cucu, nantinya masih bisa mengenal sejarah dengan baik.
”Pengetahuan sejarah itu memang perlu. Makanya, kesenian tradisional bisa menjadi salah satu media untuk mengenalkan sejarah tersebut secara mudah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Masturi, untuk mempertahankan kesenian tradisional itu harus dilakuakan secara bersama- sama. Sehingga, setiap orang akan merasa saling memiliki terhadap kesenian tersebut. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)