Urgen, Pembuatan Sumur Pantek Perlu Segera Diwujudkan

Sejumlah petani tengah memanen kedelai di areal persawahan di Desa Gabus, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah petani tengah memanen kedelai di areal persawahan di Desa Gabus, Kecamatan Gabus. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Kekeringan masih menjadi momok bagi sejumlah petani di Pati. Karena, air menjadi penentu keberhasilan petani untuk panen.

Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan (Dispertanak) Pati Mochtar Effendi rencananya akan mengusulkan pembuatan sumur pantek atau sumur resapan pada 2016 mendatang. Hal itu diharapkan bisa menjadi andalan petani untuk mengairi sawah saat kekeringan melanda.

ā€¯Untuk meningkatkan hasil pertanian di Pati, termasuk kedelai, kami akan melakukan inventarisasi kendala. Kekeringan memang menjadi masalah serius bagi petani. Kami akan usulkan pembuatan sumur pantek pada tahun 2016 nanti,” kata Mochtar kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Selain masalah kekeringan, petani juga dihadapkan pada persoalan harga hasil panen yang tidak stabil. Karena itu, Mochtar saat ini berharap agar penetapan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk kedelai segera diberlakukan secara efektif.

“Harga kedelai impor saat ini naik. Mestinya, kedelai lokal juga harus naik. Ini tidak lepas dari peran pemerintah untuk mematok HPP agar tidak ada tengkulak yang memainkan harga hasil panen petani,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)