Kata Nelayan, Ini Solusi Efektif Atasi Masalah Parkir di Sungai Juwana

Kondisi areal tambat kapal di Sungai Juwana yang dinilai perlu dinormalisasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kondisi areal tambat kapal di Sungai Juwana yang dinilai perlu dinormalisasi. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Padatnya kapal yang parkir di sepanjang Sungai Juwana ternyata menimbulkan masalah baru. Selain arus lalu lintas kapal semrawut, nelayan tradisional pengguna perahu cukrik terancam tidak bisa melaut lantaran aksesnya tertutup kapal-kapal besar.

Menanggapi masalah tersebut, Bupati Pati Haryanto rencananya akan membangun kolam kapal seluas lima hektare. Ia juga akan membebaskan lahan yang akan dijadikan kolam kapal dan dipastikan rampung akhir 2015.

Haryanto menilai, pembuatan kolam kapal menjadi solusi tepat untuk mengatasi masalah menumpuknya kapal nelayan besar di alur sungai. Selain itu, kolam kapal dinilai bisa meningkatkan pendapatan daerah.

Namun, solusi tersebut dianggap tidak menjawab persoalan. Jamari, tokoh nelayan Juwana mengatakan, pembuatan dan perawatan kolam kapal akan menelan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, ia mengusulkan agar pembuatan kolam kapal mestinya dilakukan di pinggir laut dengan menyerupai teluk.

“Kolam ikan di pinggir laut harus disertai dengan bangunan penahan gelombang. Dengan cara ini, biaya perawatan mengatasi pendangkalan bisa ditekan,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Selain itu, ia juga mengusulkan, mestinya yang dilakukan pemkab adalah melakukan normalisasi Sungai Juwana sepanjang tujuh kilometer. Hal itu diharapkan bisa mengatasi pendangkalan, memperlancar aliran air, dan bisa digunakan untuk parkir kapal dengan baik. (LISMANTO/KHOLISTIONO)