Pasar Mobil Nissan Lesu

SPG Datsun Jati Kudus tengah menawarkan Datsun Go+ di diler Datsun Jati Kudus. Nissan Datsun Jati Kudus berupaya menjaring konsumen sebanyak banyaknya di tengah kelesuan pasar otomotif ini. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

SPG Datsun Jati Kudus tengah menawarkan Datsun Go+ di diler Datsun Jati Kudus. Nissan Datsun Jati Kudus berupaya menjaring konsumen sebanyak banyaknya di tengah kelesuan pasar otomotif ini. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

 

KUDUS –  Nilai tukar rupiah terhadap dolar semakin lesu mengakibatkan pasar penjualan mobil Nissan mengalami kelesuan.

Sigit Bayu, Sale Head Nissan-Datsun Jati Kudus mengatakan kenaikan dolar yang tinggi terhadap rupiah berdampak langsung pada penurunan penjualan mobil.

“Sekarang orang memilih buat menabung untuk keperluan sehari-hari dibandingkan untuk membelanjakan sesuatu yang bersifat tinggi seperti mobil,” kata Bayu, saat ditemui di diler Nissan Jati Kudus, jalan AKBP Agil Kusumadya, Kudus.

Kendati demikian, Nissan-Datsun Jati Kudus melakukan strategi atau upaya untuk menjaring konsumennya. Seperti mengadakan pameran di Mall Kudus dan Kudus Extention Mall.

Bayu menjelaskan kedua tempat tersebut dinilai strategis untuk menemukan konsumen yang membutuhkan mobil Nissan maupun Datsun.

“Pamerannya sudah berjalan dari dua minggu yang lalu. Kalau di Mall Kudus dimulai tanggal 18 Agustus 2015. Kalau yang di Hypermart (Kudus Extention Mall, red) dimulai tanggal 14 Agustus 2015. Keduanya sama-sama berakhir pada hari ini,” kata Bayu.

Dari kedua pameran tersebut, kata Bayu, terdapat peminat yang signifikan. Bahkan, pihaknya sudah menerima pesanan sebanyak 5 unit pada saat pameran di Kudus Extention Mall. Kelima unit mobil tersebut didominasi Nissan March dan Grand Livina. Sedangkan di Mall Kudus, diler ini sudah menerima pesanan mobil Datsun dan Nissan March untuk konsumen.

“Ada perbedaan peminat antara pameran di Hypermart dengan di Mall Kudus. Kalau di Hypermart, ya karena Hypermart merupakan pusat perbelanjaan yang ada branding tersendiri. Orang-orangnya berprestige, terbiasa belanja dengan harga tinggi. Kalau orang yang belanja di Mall Kudus, itu semua orang dapat datang ke sana. Baik dari dalam maupun luar Kudus. Apalagi lokasi tempatnya juga pas untuk berinteraksi langsung sehingga dapat menjaring konsumen sebanyak-banyaknya,” kata pria lulusan Universitas Semarang ini. (HANA RATRI/AKROM HAZAMI)