KPU Daerah Ini Sibuk dengan OSIS Daripada Pilkada

KPU-Daerah-Ini-Sibuk-dengan-OSIS-Daripada-Pilkada

Para kandidat Ketua OSIS saat Pilkatos tingkat SMA sederajat di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu Kz)

JEPARA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jepara malah sibuk dengan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) daripada Pilkada. Hal itu wajar, karena daerah ini tidak menyelenggarakan Pilkada, tahun ini, seperti kota-kota tetangga macam Blora, Rembang dan Grobogan.

Itulah sedikit bocoran sekilas persiapan pemilihan Ketua OSIS (Pilkatos) tingkat SMA sederajat di Kabupaten Jepara yang digelar, Kamis (27/8/2015). Pemilihan serentak ini digelar layaknya Pemilu pada umumnya. Pemilik hak suara memilih salah satu calon yang tersedia dengan mencontreng dari bilik suara.

Kegiatan ini digelar berkat kerja sama antara Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga dan Kantor Kementrian Agama Jepara dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara. Kegiatan merupakan kali pertama dilakukan serentak karena tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan dengan jadwal yang berbeda tergantung sekolah masing-masing.

Dalam petunjuk pelaksana tata cara Pilkatos serentak ini, KPU merancang jadwal dan tahapan Pilkatos selayaknya pemilihan umum. Ada 10 tahapan Pilkatos yang mesti dilakukan panitia pelaksana Pilkatos. Mulai dari pembentukan penyelenggara, sosialisasi, pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye, pemantauan, ada juga tahap masa tenang, kemudian pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi penghitungan suara, penetapan calon terpilih, sampai pada  tahap pelantikan ketua OSIS.

“Penyelenggaraan Pilkatos serentak tingkat SLTA ini, merupakan program pendidikan politik bagi pemilih pemula. Diharapkan pula dapat meningkatkan pemahaman maupun kesadaran dalam praktik berdemokrasi secara benar  dilingkungan sekolah,” kata Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri kepada MuriaNewsCom, Kamis (27/8/2015).

Menurutnya, seluruh sekolah tingkat SMA Negeri di Kabupaten Jepara menggelar Pilkatos serentak ini. Selain itu, ada sekitar 10 sekolah tingkat SMA swasta ada sekitar 10 sekolah. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)