Wow, di Blora ada Sungai Bawah Tanah

Sejumlah mahasiswa yang tergabung Program Kreatifitas Mahasiswa - Penelitian (PKM-P) Universitas Negeri Semarang saat melakukan penelitian adanya temuan sumber air bawah tanah di Todanan. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah mahasiswa yang tergabung Program Kreatifitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P) Universitas Negeri Semarang saat melakukan penelitian adanya temuan sumber air bawah tanah di Todanan. (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Potensi kekayaan alam di kawasan karst Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, terus menarik perhatian peneliti dari beberapa lembaga pendidikan dan lembaga penelitian. Kini giliran peneliti dari Universitas Negeri Semarang (Unnes) menemukan pola aliran sungai bawah tanah di Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan.

”Melakukan observasi pada Mei 2015 lalu, tim dari Unnes yang terdiri 5 peneliti menyimpulkan wilayah Kecamatan Todanan termasuk daerah geologi mayoritas karst. Dimana karst pada umumnya memiliki potensi adanya aliran sungai bawah tanah,” jelas ketua Program Kreativitas Mahasiswa – Penelitian (PKM-P) Universitas Negeri Semarang, Munaji Achmad, Selasa (25/8/2015).

Menurutnya, para peneliti melanjutkan identifikasi potensi pola aliran sungai bawah tanah kawasan karst Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan. Dengan metode Very Low Frequency (VLF) berhasil mengukur indikasi kontras anomali yang diduga berupa batuan berongga terisi air, yang membentuk pola alisan sungai bawah tanah.

”Pengambilan data penelitian di kawasan karst Desa Kedungwungu, dilakukan setiap jarak 5 meter, sepanjang 200 meter, pada lima lintasan menggunakan alat geofisika T-VLF BRGM dengan frekuensi 22000 Hz,” ujarnya.

Pihaknya meyakini masih ada lagi aliran sungai bawah tanah, yang dijadikan sumber mata air bersih. Menurutnya, dari hasil interpretasi didapatkan pola aliran bawah tanah antara kelima lintasan. Pola aliran bawah tanah diduga alirannya menuju ke arah Timur dari muara sungai bawah tanah (Goa Macan). Dengan adanya penemuan sungai bawah tanah ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak terkait, terutama pemerintah kabupaten (Pemkab) dan masyarakat sekitar pada umumnya.

”Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi titik-titik eksplorasi air tanah yang menjadi acuan dalam pengembangan dan pembangunan secara maksimal. Sehingga diharapkan dapat mengatasi kelangkaan air bersih. Selain itu juga bisa dikembangkan menjadi wisata,” terangnya. (PRIYO/TITIS W)

Satu gagasan untuk “Wow, di Blora ada Sungai Bawah Tanah

Komentar ditutup.