Penyebab Angka Kematian Ibu Hamil Banyak Disebabkan Ketidaktahuan Tanda Bahaya Kehamilan

Sekretaris FMM KIA Grobogan Badiatul Muchlisin Asti saat menyampaikan materi workshop, Senin (24/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Sekretaris FMM KIA Grobogan Badiatul Muchlisin Asti saat menyampaikan materi workshop, Senin (24/8/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Sekretaris Forum Masyarakat Madani Peduli Kesehatan Ibu dan Anak (FMM KIA) Grobogan Badiatul Muchlisin Asti, saat menggelar workshop dengan tema ”Penguatan Peran Civil Society dalam Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir” mengungkapkan, dari survei yang sempat dicatat, penyebab kematian ibu hamil antara lain akibat dari ketidaktahuan terhadap tanda-tanda bahaya kehamilan.

Selain itu, keterlambatan memutuskan untuk merujuk atau terlambat mendapatkan pertolongan dari fasilitas kesehatan juga jadi penyebab yang cukup tinggi.

Sedangkan faktor lainnya akibat jejaring rujukan yang belum tertata baik dan ketidakprofesionalan tata kelola klinis di fasilitas kesehatan. Seperti petugas kesehatan yang kurang berkompetensi, kekurangan perlengkapan medis, dan tata kelola pelayanan.

”Dari data inilah peran masyarakat sipil dibutuhkan sebagai motor gerakan pembaharuan. Masyarakat bisa memberikan pendampingan dan edukasi secara intensif terhadap ibu hamil dan masyarakat terkait pengetahuan tentang kehamilan dan persalinan,” tambah Asti. (DANI AGUS/TITIS W)