Pentas Malam di Grobogan Dapat Lampu Hijau

Ketua PAMMI Grobogan HM Misbah saat audensi dengan DPRD beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Ketua PAMMI Grobogan HM Misbah saat audensi dengan DPRD beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Para seniman dan musisi yang tergabung Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Grobogan tampaknya bisa tersenyum lega. Hal ini terkait adanya lampu hijau untuk melangsungkan pentas pada malam hari.

”Keinginan rekan-rekan PAMMI agar bisa tampil malam hari akhirnya bisa diakomodir pihak kepolisian. Saya atas nama rekan-rekan PAMMI mengucapkan terima kasih atas kebijakan ini,” ungkap Ketua DPC PAMMI Grobogan HM Misbah, usai menggelar pertemuan di Mapolres Grobogan siang tadi.

Meski diperbolehkan, namun menurut Misbah ada batasan-batasan yang diterapkan dan harus dipatuhi bersama. Antara lain, kegiatan hiburan khususnya dangdut lokal bisa diizinkan menggelar pentas hingga pukul 21.00 WIB. Tetapi, untuk wilayah yang sebelumnya pernah terjadi kerusuhan sementara tidak diizinkan pentas malam dulu.

Untuk dangdut dari luar daerah, baik grup maupun artis tidak diperbolehkan tampil dulu di wilayah Grobogan. Sedangkan pertunjukkan seni tayub, karawitan, kethoprak, wayang diizinkan pentas malam berdasarkan penilaian dari petugas keamanan.

”Kami berharap, rekan-rekan PAMMI mematuhi semua kesepakatan ini. Sebab, jika melanggar maka akan dapat peringatan atau pentasnya bisa dibubarkan oleh aparat,” imbuhnya.

Sekedar mengingatkan, beberapa waktu sebelumnya, anggota PAMMI menggelar audensi dengan DPRD dan aparat kepolisian terkait tidak dikeluarkannya izin pentas malam hari, berkaitan dengan bakal digelarnya Pilkada 9 Desember mendatang. Dalam audensi itu, anggota PAMMI meminta agar izin pentas malam tetap diberikan meski waktunya dibatasi sampai jam 21.00 WIB saja. (DANI AGUS/TITIS W)