Masyarakat Blora Dibingungkan dengan Harga Sembako yang Tak Stabil

 

Cabai di Pasar Induk Blora yang harganya saat ini mengalami penurunan (MuriaNewsCom/Priyo)

Cabai di Pasar Induk Blora yang harganya saat ini mengalami penurunan (MuriaNewsCom/Priyo)

 

BLORA – Dalam beberapa pekan ini, sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di Blora harganya tak bisa menjadi patokan. Karena, dalam sehari saja, harga bisa mengalami kenaikan, bahkan turun drastis.

Seperti halnya, harga cabai merah, cabai hijau, cabai rawit dan tomat yang mengalami penurunan. “Sudah sekitar 3 hari ini cabai merah harganya turun, dari Rp. 35 ribu menjadi Rp 30 ribu,” ujar Wiji Lestari, salah satu penjual di Pasar Induk Blora, Senin( 24/8/2015).

Menurutnya ketidak stabilan harga ini dipicu banyak dan sedikitnya pasokan barang yang ada di petani, apalagi pada musim kemarau panjang seperti ini. Jika pasokan di petani sedikit, harga akan mengalami kenaikan.

”Untuk pasokan di petani, kami tidak bisa memperkirakan seberapa banyak. Karena beberapa pekan ini, harganya naik turun. Untuk cabai rawit, dari harga Rp 30 ribu, kemudian turun Rp 25 ribu dan sekarang malah anjlok Rp 20 ribu. Begitupun dengan cabai hijau yang harganya dari Rp 25 ribu menjadi Rp 22 ribu,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan pedagang lainnya,  Dwi Nur Hayati. Ketidak pastian harga, yaitu dengan naik turunya beberapa harga bahan pokok yang terjadi diwilayah Blora sudah terjadi hampir satu bulan terakhir.

”Tomat harganya anjlok, dari  Rp 5 ribu  sekarang menjadi Rp 1.500.  Tetunya pembeli banyak yang  tanya, karena kemarin harganya baru naik, sekarang anjlok. Tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang sudah dari pengepulnya segitu,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggi Pratiwi, salah satu pembeli mengaku juga cukup bingung. Karena, baru kemarin dirinya membeli bawang merah dengan harga Rp 6 ribu, hari ini sudah naik menjadi Rp 10 ribu. Begitupun dengan harga bawang putih dari Rp 15 ribu menjadi Rp 18 ribu.

”Pasti bingung lah, kemarin baru turun, sekarang naik lagi. Kalau tidak stabil begini kan kita tidak bisa memprediksi pengeluaran kebutuhan rumah tangga kita,” ungkapnya. (PRIYO/KHOLISTIONO)