Petani, Waspadalah ! Ribuan Ton Pupuk Palsu Beredar di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

JEPARA – Kodim 0719/Jepara menerima laporan peredaran pupuk palsu oleh petani. Berdasarkan laporan yang diterima, ada puluhan ribu ton pupuk palsu beredar di Jepara. Hal itu diketahui setelah petani pengguna pupuk tersebut menemukan tanaman mereka mati setelah dipupuk, atau setidaknya pupuk tersebut tak berdampak apa-apa sehingga lambat laun tanaman mereka layu.

“Kami menerima laporan itu. Bahkan, dari data yang kami terima ada puluhan ribu pupuk palsu. Sesuai prosedur, kami akan lakukan pendalaman atas laporan itu,” ujar Komandan Kodim 0719/Jepara Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan kepada MuriaNewsCom, Senin (17/8/2015).

Menurutnya, berdasarkan data yang ada, pupuk-pupuk non subsidi tersebut diketahui diproduksi dari Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan didapatkan dari distributor asal Kabupaten Demak. Diduga kuat, pupuk tersebut palsu. Hal ini, setelah Balai Besar Pencegahan dan Pencemaran Industri pada Kementerian Perindustrian RI mengeluarkan hasil peneliitian terhadap sampel.

Tercatat, ada 23 ribu ton atau 475 karung pupuk palsu, yang diduga sudah tersebar di sejumlah petani di Jepara. Setidaknya, terdapat tiga jenis pupuk, yakni pupuk neo phonska biru, NKCL dan phonska. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)