Ini Hasil Sementara Pendalaman TNI Atas Kasus Pupuk Palsu

Ilustrasi

Ilustrasi

 

JEPARA – Kodim 0719 Jepara menerima laporan atas keberadaan pupuk diduga palsu dari sejumlah petani. Usai menerima laporan tersebut dan sampai saat ini, mereka melakukan pendalaman.

Berdasarkan pendalaman yang telah dilakukan, ada beberapa hasil sementara. Diantaranya, mereka menemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan adanya dugaan adanya puluhan ton pupuk palsu yang beredar di Jepara.

”Kami sebagai aparat yang digandeng untuk mensukseskan target swasembada pangan akan terus mendalami kasus ini,” kata Komandan Kodim 0719 Letkol Inf Adek Chandra Kurniawan kepada MuriaNewsCom, Senin (17/8/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, sejumlah kejanggalan yang didapati di antaranya soal waktu peredaran pupuk, serta laporan adanya tanaman padi yang tak produktif, bahkan mati akibat pupuk tersebut.

”Berdasarkan laporan, pupuk tersebut beredar sejak Januari lalu. Artinya beredar pada masa tanam pertama (MT I). Masalahnya, kenapa pupuk palsu ini baru dilaporkan baru-baru ini. Ini yang kami anggap janggal,” kata Adek Chandra.

Selain itu, berdasarkan laporan di lapangan, tak ditemukan kasus tanaman padi puso. Jika memang ada, maka anggotanya pasti sudah melaporkannya. Sebab selama ini, anggotanya yang tersebar di Koramil se Kabupaten Jepara intens melakukan pendampingan pertanian.

”Kami juga merasa janggal karena petani sudah lakukan panen MT I. Selama itu tidak ada kasus padi puso. Saat ini juga mayoritas petani sudah lakukan panen MT II,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain muncul kejanggalan-kejanggalan itu. Pihaknya juga menemukan sejumlah kemungkinan atau dugaan-dugaan yang muncul. (WAHYU KZ/TITIS W)