Di Tangan Warga Sokokulon Pati Ini, Tidak Ada Hewan Ternak yang Kelaparan

Salah satu pekerja akan menambal karung kulit kacang yang bocor. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Salah satu pekerja akan menambal karung kulit kacang yang bocor. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Selama ini, kulit kacang tanah kerap hanya menjadi limbah yang tak memiliki nilai ekonomis. Namun hal ini beda dengan Sri Haryati, warga Desa Sokokulon, Kecamatan Margorejo, Pati. Dia mampu memanfaatkan limbah kulit kacang tanah untuk pakan ternak.

Kulit kacang yang ia peroleh dari berbagai tempat, ia giling untuk nantinya disetorkan ke perusahaan produsen konsentrat. Dengan begitu, kulit kacang yang biasa dibuang di tempat sampah bisa mengandung nilai ekonomi untuk bisnis.

“Kulit kacang itu akan dijadikan konsentrat untuk pakan ternak, seperti sapi, kambing, hingga ayam. Saat ini, saya baru menggiling kulit kacangnya saja, karena produksi konsentrat pakan ternah butuh modal besar,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Ide usaha tersebut bermula saat Sri yang lokasi rumahnya tak jauh dari perusahaan kacang ingin mengolah limbah kulit kacang menjadi sesuatu yang bernilai. Karena itu, ia lantas mencoba untuk menjual kulit kacang.
“Awalnya saya jual kulit kacang, tapi sulit. Akhirnya saya memutuskan untuk membeli alat penggiling kacang dan membuat semacam bekatul kacang yang masih kasar. Setelah itu, saya jual ke perusahaan produksi konsentrat,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)