Dilarang Goyang Malam Hari, Pedangdut Grobogan Wadul ke DPRD

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Anggota PAMMI saat melakukan audiensi dengan DPRD Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

GROBOGAN – Belasan seniman dan musisi yang tergabung dalam anggota Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Grobogan siang tadi menggelar audensi dengan wakil rakyat dan pihak kepolisian setempat. Audensi yang dilangsungkan di Ruang Rapat Paripurna II itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Grobogan HM Nurwibowo.

Hadir pula dalam kesempatan itu Kasat Intekam Polres Grobogan AKP Sutamto, Pasi Intel Kodim 0717 Purwodadi Kapten Budi Purwanto dan Plt Kadisporabudpar Grobogan Wiku Handoyo. Sejumlah anggota Komisi A dan D ikut hadir pula dalam audensi tersebut.

Ketua DPC PAMMI Grobogan HM Misbah mengungkapkan, audensi itu dilakukan berkaitan dengan adanya larangan pentas pada malam hari yang dikeluarkan pihak kepolisian. Kondisi itu menyebabkan ratusan anggotanya resah karena tidak bisa tampil seperti biasanya.

”Bulan Agustus saat ini merupakan masa panen bagi anggota kami karena banyak orang punya hajatan dan membuat pentas untuk acara tujuh belasan. Kalau pentas malam hari dilarang, maka mereka akan kesulitan dapat job,” ungkap Misbah yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Grobogan itu.

Terkait kondisi itu, Misbah meminta agar kebijakan tersebut ditinjau ulang. Sebab, di beberapa daerah lainnya tidak ada pembatasan menggelar hiburan seperti di Grobogan.

”Kami berharap pentas malam hari ini tetap diizinkan. Minimal, kami bisa tampil menghibur tamu undangan hingga pukul 21.00 WIB,” imbuh Didik dan Edi, anggota PAMMI yang juga pemilik grup dangdut. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)