Pemohon e-KTP di Rembang Membludak, Dindukcapil Batasi Jam Pelayanan

Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).(MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).(MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Kekosongan blanko e-KTP ternyata tidak membuat masyarakat memilih untuk menunda pembuatan e-KTP. Sebab, meski hanya memperoleh surat keterangan, jumlah pemohon e-KTP di Kabupaten Rembang diketahui membludak selama sebulan terakhir. Demi optimalisasi pelayanan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Rembang memilih untuk membatasi jam pelayanan.

“Para pemohon e-KTP, masih dilayani dengan surat keterangan. Setiap pemohon terlayani, namun karena jumlahnya banyak, pelayanan kami batasi hanya sampai pukul 12.00 WIB. Sebab jika tidak dibatasi, pegawai kami bisa pulang malam. Dibatasi pukul 12.00 WIB saja, surat keterangan pengganti sementara e-KTP baru jadi pukul 16.00 atau pukul 17.00 WIB,” ujar Daenuri, Kepala Dindukcapil Kabupaten Rembang, Rabu (12/8/2015).

Kekosongan persediaan blangko e-KTP elektronik di Rembang belum juga teratasi. Padahal kosongnya stok blangko e-KTP sudah terjadi lebih dari satu bulan terakhir. Daenuri mengaku tidak bisa menjanjikan kapan persediaan blangko KTP elektronik akan kembali normal. Menurutnya, surat keterangan pengganti sementara e-KTP paling banyak diminta untuk pengurusan paspor, SIM, dan kredit di bank.

“Sedangkan permohonan dokumen pindah status kependudukan mencapai kira-kira 350 bendel. Pemohon paling banyak justru pindah ke luar Rembang, dengan salah satu alasan yaitu mengikuti tempat suami bekerja. Banyak yang pindah keluar daripada masuk. Data sepanjang Juli ada 350 pemohon, tetapi itu belum termasuk anggota keluarganya,” kata Daenuri. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)