Ungkap Kasus Tukar Guling, Polisi Belum Temukan Tersangka Lain

Muslih, mantan pejabat sementara (Pjs) kepala desa setempat. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muslih, mantan pejabat sementara (Pjs) kepala desa setempat. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Aparat kepolisian resor (Polres) Rembang menyatakan belum menemukan adanya indikasi munculnya tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi tukar guling tanah di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan. Untuk sementara ini Polres setempat telah menetapkan dua tersangka, yakni Sholih, mantan kepala desa setempat dan Muslih, mantan penjabat sementara (Pjs) kepala desa setempat. Bahkan kini, Sholih telah ditahan di ruang tahanan Rutan Kelas IIB Rembang.

Ipda Sutikno, Kepala Unit III Satuan Reserse Kriminal Polres Rembang menegaskan segera melimpahkan berkas perkara Muslih dalam kasus dugaan korupsi tukar guling tanah banda desa di Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, ke kejaksaan negeri setempat. Menurutnya, Muslih selaku ketua panitia tukar guling diduga telah menikmati satu kapling tanah secara gratis dan membawa uang Rp 8 juta dari hasil dari tukar guling tersebut.

”Saat ini SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) sudah kami sampaikan ke kejaksaan. Kami sedang merampungkan proses penyidikan agar segera kami lakukan pelimpahan tahap kedua. Kalau tersangka lain, belum tahu, tinggal nanti menunggu keterangan darinya (Muslih),” ujar Ipda Sutikno, Selasa (11/8/2015).

Hingga kini polisi masih mengenakan wajib lapor kepada Muslih yang notabene pensiunan PNS di Kantor Kecamatan Sedan. Dia sempat ditunjuk sebagai Pjs Kepala Desa Sidorejo setelah masa jabatan Sholih sebagai kades habis. Muslih belum ditahan karena dianggap kooperatif. Tak tanggung-tanggung nilai kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 400 juta. (AHMAD FERI/TITIS W)