Gelombang Tinggi, Puluhan Wisatawan ”Kecele”

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah wisatawan kecelek di Dermaga Kartini Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Puluhan wisatawan yang akan ke Kepulauan Karimunjawa ”kecele” lantaran gelombang tinggi. Sesuai data dari BMKG, gelombang laut mencapai tiga meter, sehingga moda transportasi kapal menuju wilayah terluar Kabupaten Jepara itu tak diberi izin berlayar. Bahkan, mereka terlantar di kawasan dermaga Kartini Jepara lantaran datang dari jauh dan tak memiliki kerabat di Jepara.

Salah seorang dari mereka, Vino (21), wisatawan asal Yogyakarta ini bersama enam rekannya terlantar di kawasan Dermaga Kartini Jepara, Selasa (11/8/2015). Pasalnya, informasi mengenai penundaan kapal yang berlayar baru mereka ketahui setelah sampai di Dermaga Kartini.

”Saya tidak memakai jasa pemesanan tiket sebelumnya, jadi baru tau sekarang ini kalau tidak ada kapal yang berlayar,” ujar Vino kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, penundaan kapal yang berlayar itu membuat rencana dirinya bersama teman-temannya berkunjung ke Karimunjawa gagal. Sebab, diprediksi, gelombang besar di perairan Jawa dan Karimunjawa masih terjadi sampai beberapa hari kedepan. Meski demikian, dirinya masih menunggu kejelasan mengenai kepastian berangkatnya kapal.

”Kalau memang kami harus menunggu lama ya terpaksa balik. Kami akan cari informasi kepastiannya dulu,” katanya.

Hal senada juga dikatakan wisatawan asal Bandung Muhammad Ilham (20). Menurut Ilham, dirinya merasa kecewa dengan penundaan pemberangkatan kapal ke Karimunjawa. Pasalnya, rencana awal, dirinya berlibur selama dua pekan di pulau Karimunjawa.”Kami menunggu informasi kejelasannya saja, karena kami taunya setelah nyampe sini baru tau,” katanya.

Dia dan kedua temannya mengaku belum bisa memutuskan apakah tetap menunggu atau kembali lagi ke Bandung. ”Tergantung keputusan teman-teman. Jika memang penundaan lama, kemungkinan kami akan terpaksa kembali. Sebenarnya sih sayang. Sebab ini baru kali pertama akan berlibur di Karimunjawa,” keluhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)