Drama Korupsi Tukar Guling Tanah Sidorejo Rembang Akankah Seret Pegawai Kecamatan dan BPN?

Muhammad Mun'im, salah satu tokoh warga Desa Sidorejo. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Muhammad Mun’im, salah satu tokoh warga Desa Sidorejo. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

 

REMBANG – Sejumlah warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sedan, Rembang, mendesak aparat kepolisian agar turut melakukan pemeriksaan terhadap oknum di lingkungan kecamatan setempat dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Rembang.

Warga menilai mereka turut bertanggungjawab terhadap terjadinya aksi kasus dugaan korupsi dengan modus tukar guling di desa setempat. Tak tanggung-tanggung nilai kerugian dalam kasus ini diperkirakan mencapai Rp 400 juta.

Muhammad Mun’im, salah satu tokoh warga Desa Sidorejo menyatakan kepolisian sudah seharusnya menyentuh oknum pemerintah daerah dan kecamatan terkait dengan kasus dugaan korupsi tanah tukar guling.
Mereka dinilai wajib tanggung jawab atas penyelewengan tukar guling tanah desa. Meski begitu, warga mengapresiasi kinerja polisi yang dianggap cepat memproses kasus dugaan korupsi tersebut kendati sudah memakan waktu 1 tahun 4 bulan.

“Oknum di kecamatan juga wajib diperiksa karena mereka juga bertanggungjawab, BPN semestinya juga turut diperiksa karena sembrono mengeluarkan sertifikat seolah tanpa memperhatikan asal usul tanah. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai persidangan, ini komitmen kami bersama seluruh warga,” ujar Mun’im, Selasa (11/8/2015).

Seperti diketahui, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Rembang telah menahan mantan Kades Sidorejo, Sholih pada Kamis (6/8/2015) lalu. Tersangka kasus dugaan korupsi tukar guling tanah banda desa setempat itu ditahan di Rutan Kelas IIB Rembang. Penahanan dilakukan setelah sebelumnya berkas penyidikan dinyatakan lengkap (P21). (AHMAD FERI/AKROM HAZAMI)