Ini Alasan Harga Garam di Jepara Anjlok

Jalan rusak yang juga pengaruhi anjloknya harga garam di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Jalan rusak yang juga pengaruhi anjloknya harga garam di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Harga garam dari petani di Kabupaten Jepara saat ini benar-benar semakin anjlok dan tak terkendali. Harga normalnya yang mencapai Rp 35 ribu per kwintal, saat ini harganya hanya Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per kwintal. Kondisi ini disebabkan berbagai hal, termasuk faktor lokal maupun nasional. Terlebih isu anjloknya harga garam ini juga ramai di pusat.

Rusaknya infrastruktur jalan di Kecamatan Kedung, mulai dari Pecangaan – Kedung Malang – hingga ke kawasan sentra garam, menjadi alasan penyebab harga garam anjlok yang disodorkan para tengkulak saat menolak membeli garam dengan harga tinggi. Rusaknya akses jalan terdekat dari Kedung Malang, membuat transportasi harus dialihkan dari arah Jepara, yang jelas lebih jauh jarak tempuhnya. Dari sini, para tengkulak menyatakan harus merogoh kocek lebih dalam untuk biaya transportasinya.

”Para tengkulak bilang harus keluar biaya transportasi lebih banyak, karena akses jalan rusak berat. Selain itu mereka bilang jika pabrik-pabrik belum mau membeli garam-garam produksi kami,” keluh Ketua Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Garam Makmur Jepara, Sukahar kepada MuriaNewsCom, Kamis (6/8/2015).

Selain alasan lokal itu, secara nasional, isu anjloknya harga garam ini juga disoroti serius oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Puji Astuti. Anjloknya harga garam dituding lantaran masuknya garam impor lebih banyak. Pihak importir menambah jumlah garam impor masuk ke Indonesia untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya.

”Di media massa baru-baru ini memang ramai. Katanya ini akibat dari banyaknya garam impor, jadi garam lokal hanya dihargai murah-murahan,” katanya. (WAHYU KZ/TITIS W)