Aduh Gimana Ini? Pengusaha Karaoke Pungkruk Jepara Terancam jadi Gelandangan

Papepung melakukan audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Papepung melakukan audiensi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Kamis (6/8/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Wakil Ketua Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) Jepara Mulud mengatakan rencana Pemkab Jepara untuk menjadikan lokasi pantai Pungkruk sebagai wisata kuliner dengan membongkar semua bangunan yang ada masih tidak jelas.

“Kalau memang ada rencana itu, lalu kapan waktunya. Anggarannya berapa. Sampai saat ini belum jelas. Lantas setelah bangunan semua dibongkar, apa kami menjadi gelandangan?” kata Mulud.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara meresponnya. Mereka akan mengusulkan agar Pemkab Jepara membuat tempat penampungan bagi para pengusaha Pungkruk jika nanti bangunan-bangunan tempat usaha mereka dirobohkan atau dibongkar.

Hal itu dikatakan Nur Fuad selaku wakil ketua Komisi B DPRD Jepara. Menurut Fuad, tempat penampungan tersebut nantinya dapat digunakan oleh para pengusaha pungkruk untuk “ngungsi” selama bangunan mereka dibongkar dan selama menunggu kepastian kapan akan dibangunkan tempat usaha kuliner sesuai dengan rencana Pemkab Jepara.

“Barang kali itu bisa menjadi solusi dari masalah ini. Sebab, di satu sisi Pemkab Jepara menginginkan penataan dengan membongkar bangunan yang ada dan mengganti bangunan baru, namun di sisi lain para pengusaha juga butuh kepastian dan butuh mencari nafkah,” ujar Fuad dalam forum audiensi dengan para pengusaha Pungkruk di gedung DPRD Jepara, Kamis (6/8/2015).

Menurut Fuad, hal itu harus dilakukan sebagaimana yang harus dilakukan ketika ada rencana renovasi atau bencana di sebuah pasar tradisional. Pihak pemerintah harus menyediakan tempat penampungan sampai lokasi baru benar-benar sudah dapat ditempati.

Ketua Komisi A DPRD Jepara, Junarso yang memimpin pertemuan tersebut mengatakan, pihaknya tidak menginginkan adanya perdebatan yang panjang antara Pemkab Jepara dengan pihak pengusaha Pungkruk. Sehingga, masalah tersebut harus mengedepankan perdamaian dan menjaga kondusivitas. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)