Manajemen PSIR Tawarkan Bayaran Pemain di Piala Kemerdekaan 2015 Rp 1 Juta

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

KUDUS – Manajemen PSIR dikabarkan memberikan tawaran bayaran kepada sejumlah pemain lokal sebesar Rp 1 juta di setiap pertandingan. Namun tawaran gaji itu hanya berlaku bagi para pemain yang bermain fulltime selama 2×45 menit. Sebab bagi pemain yang nanti akan diganti bakal memperoleh bayaran Rp 750 ribu. Sedangkan bagi pemain cadangan jumah bayarannya juga berbeda, yakni sebesar Rp 500 ribu.

Informasi seputar nominal bayaran tersebut mencuat di kalangan pemain setelah Manajer Operasional dan Keuangan PSIR, Slamet Rahayu memberikan tawaran itu kepada para pemain lokal. Menurutnya para pemain yang tidak bermain namun didaftarkan pun akan tetap menerima bayaran sebesar Rp250 ribu hingga 300 ribu perlaga. Selain itu manajemen juga akan memberikan bonus Rp5 juta per pertandingan dengan catatan PSIR menang.

“Kami memang sempat menawarkan bayaran Rp1 juta per pertandingan bagi yang bermain penuh 2×45 menit. Tetapi pemain yang diturunkan, namun kemudian diganti, akan dibayar Rp750 ribu per laga. Lalu pemain cadangan yang tidak diturunkan akan dibayar Rp500 ribu tiap pertandingan, sedangkan pemain yang tidak masuk line-up tetapi didaftarkan oleh tim akan dibayar Rp250-300 ribu per laga,” ujar Slamet Rahayu, Kamis (30/7/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian pemain lokal menghendaki bagian 90 persen dari match fee Rp 50 juta per pertandingan yang diberikan oleh panitia Piala Kemerdekaan atau sebesar Rp45 juta. Atas tuntutan itu manajemen merasa keberatan dan berencana merekrut pemain dari luar daerah. Namun kabar terbaru yang beredar, pemain yang sebelumnya kukuh meminta bayaran 90 persen kini dikabarkan meminta jatah match fee sebesar 50 persen. (AHMAD FERI/SUWOKO)

Siswa Miftahut Tholibin Bersedih Ibunda Nusron Wahid Meninggal Dunia

Siswa dan siswi Miftahut Tholibin melakukan tahlilan di rumah duka ibunda Nusron Wahid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Siswa dan siswi Miftahut Tholibin melakukan tahlilan di rumah duka ibunda Nusron Wahid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Siswa dan siswi Miftahut Tholibin ikut ke rumah duka ibunda Nusron Wahid, Hj Wastini, di Desa Mejobo, Kecamatan Mejobo. Mereka membacakan tahlil untuk almarhumah sebagai bentuk bela sungkawa dan kesedihan.

Kepala diniyah Miftahut Tholibin Mejobo Misbahudin menjelaskan, almarhumah semasa hidup orangnya sangat dermawan. Selain itu suami almarhumah, H Chunzaeri juga merupakan pendiri sekolah ini.

“Keluarga Ibu Wastini juga telah mewakafkan tanahnya untuk pendidikan tersebut. Sehingga kami dan anak-anak bersedih karena ditinggalkan beliau. Oleh karenanya untuk hormat yang terakhir kalinya siswa dan guru menggelar tahlil,” katanya. (EDY SUTRIYONO/SUWOKO)

Sepakat Mediasi, Sidang Perdana Sengketa Tanah Perumahan Salam Residence

Edy Zakaria menunjukkan surat perjanjian dan laporan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Edy Zakaria menunjukkan surat perjanjian dan laporan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Sidang perdana kasus sengketa tanah perumahan Salam Residence dengan pihak tergugat PT Graha Sejahtera Barokah, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kudus. Agenda pertama majelis hakim meminta pihak penggugat maupun tergugat melakukan mediasi terlebih dulu. Dan dari hasil mediasi baik penggugat dan tergugat sepakat mediasi.

Ketua Majelis Hakim Andy Subiyantadi memberikan pilihan kepada kedua pengacara yang mewakili, mediator difasilitasi dari hakim atau mencari sendiri. Namun, kesepakatan keduanya dimediatori pihak hakim.

”Kalau persidangan perdata memang harus wajib mediasi dari kedua pihak. Siapa tahu ada perdamaian setelah dimediasi. Memang ada batas waktunya, maksimal 40 hari kerja. Jika gagal, maka sidang dilanjut dengan pembacaan gugatan dan seterusnya,” kata Andy Subiyantadi Ketua Majelis Hakim.

Sidang berlangsung singkat, hanya lima menit, ketua majelis hakim dengan cepat menunjuk mediator Ikha Tina. Kemudian, pihak tergugat dan penggugat menemui mediator dan sesampai di ruangannya, diberikan jadwal mediasi dilaksanakan Selasa (4/8/2015) mendatang.

”Saya selaku mediator meminta jadwal yang sudah ditentukan ditepati, dan mohon tidak hanya dihadiri pengacaranya, tapi kedua pihak yang bersangkutan datang sendiri. Saya harap mediasi ini bisa menyelesaikan masalah cepat,” ujarnya.

Sementara itu, dalam persidangan tersebut, pihak penggugat hanya dihadiri tim kuasa hukumnya, yakni Paulus Budi Hartono namun Edi Zakaria yang bersangkutan tidak hadir.

Namun, pihak tergugat Masyuhuri selaku direktur PT Graha Sejahtera Barokah hadir dan menyaksikan jalannya sidang. Dia mengatakan siap menghadiri jadwal sidang, dan mediasi kedepan juga siap hadir.

”Saya selaku warga negara Indonesia yang baik, mematuhi jalannya persidangan. Tapi, semuanya saya serahkan ke lawyer, saya cukup hadir saja,” imbuhnya. (FAISOL HADI/TITIS W).

Ini 15 Nama Calon Pemain PSIR di Piala Kemerdekaan

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Juru racik PSIR akhirnya membeber 15 nama calon pemain yang akan diboyong ke Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. Tim pelatih Laskar Dampo Awang menyebutkan bahwa jumlah pasukan tempur itu terdiri dari 12 orang pemain dari luar daerah, dua pemain lokal dan seorang pemain asing. Mereka hampir dipastikan akan menjadi penggawa Skuad Oranye di kompetisi yang digelar oleh Kemenpora tersebut.

Bambang “Max” Handoyo, Pelatih PSIR di Piala Kemerdekaan menyebutkan, 12 pemain luar daerah diantaranya adalah dua kiper, Dedi Haryanto eks Persijap Jepara dan bekas kiper PSIS Semarang, Ghoni Yanuar. Lalu ada pula empat bek, masing-masing adalah Mustofa eks Persijap, Nurhidayat (Persiba Balikpapan), Eriyanto (PSIR musim lalu), dan Erico (Arema Cronus)

“Lalu masih ada lima gelandang yaitu Ainul, Ragil, Nurhuda (ketiganya eks PS Barito Putera), Arif Fatchul dan Sugeng Wahyudi (eks Persikud Kudus). Kami juga memiliki dua striker, yaitu Arif Kurniawan mantan penyerang PSCS Cilacap dan Carlos Raul Sciucatti (eks Persiba Balikpapan). Sedangkan dua pemain lokal adalah Nasikin dan Andik Jamaludin,” ujar Bambang “Max” Handoyo, Kamis (30/7/2015).

Bambang menegaskan bahwa seluruh calon pemain tersebut telah dihubungi manajamen dan telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung bersama PSIR Rembang. Namun hingga kini, tim pelatih belum memastikan kapan akan memanggil mereka untuk datang ke markas PSIR. Sebab sejumlah kendala, seperti kemungkinan molornya jadwal kick-off menjadi pertimbangan pelatih untuk segera menentapkan jadwal latihan. (AHMAD FERI/SUWOKO)

Hari Ini Tim FPTI Blora Berangkat ke Kejurprov

Para atlet saat berfoto baersama dengan ketua FPTI Blora dan ketua KONI Blora sebelum berangkat ke Semarang. (MuriaNewsCom/Priyo)

Para atlet saat berfoto baersama dengan ketua FPTI Blora dan ketua KONI Blora sebelum berangkat ke Semarang. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Blora, bertekat mempertahankan juara umum pada Kejurprov Ku di Semarang yang berlangsung pada 29 juli 2015 hingga 2 Agustus 2015 mendatang.

“Tahun lalu kami juara umum kedua di bawah Banyumas, dan untuk tahun ini kami bertekat untuk bisa lebih baik dan mempertahankan juara pada tahun 2014 yang lalu,” jelas Ketua Panjat tebing Blora Nur Fatoni kamis (30/7/2015).

Menurutnya meskipun dengan fasilitas yang minim serta anggaran mereka diharapkan tetap biasa bersaing dan mampu membawa pulang emas pada Kejurprov Ku di Semarang ini. Sehingga mampu pertahankan prestasi yang telah didapat.

“Mereka nantinya tetap diharapkan bisa fokus dalam pertandingan. Selain itu diharapkan dalam pertandingan para atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas pertandingan,” imbuhnya.

Ketua KONI Blora Hery Sutiono saat memberangkatkan para atlet berharap para atlet yang berangkat nantinya bisa membuat bangga warga Blora. Mereka diharpkan membawa pulang emas dan bisa mempertahankan juara seperti tahun lalu.

“Diaharapkan semua bisa fokus dalam bertanding. Paling tidak para atlet bisa mempertahankan juara pada tahun lalu.” Imbuhnya.

Untuk diketahui, dari 9 altet yang berangkat akan berlaga pada Kejurprov Ku ini di antaranya Agustina sari (Junior Putri), Berthdigna devi (Youd A Putri), Maulina laur (Spider B putri), Najihra Zahra(spider C Putri), Oki Bimantara (Junior Putra), Catur Widodo (Youd A Putra), Prasetya P (Youd A putra), Krisbiantoro ( Youd A Putra), Izzulhaq Maulana (Youd A putra). (PRIYO/SUWOKO)

Kawasan Samin Diagendakan Sebagai Kota Pusaka

Sejumlah warga Samin di Blora saat berfoto bersama. Warga Samin miliki strategi dalam mengantisipasi gempuran budaya, sehingga tetap bertahan dalam budayanya. (MuriaNewsCom/Priyo)

Sejumlah warga Samin di Blora saat berfoto bersama. Warga Samin miliki strategi dalam mengantisipasi gempuran budaya, sehingga tetap bertahan dalam budayanya. (MuriaNewsCom/Priyo)

KUDUS – Forum Budaya Dunia atau World Culture Forum (WCF) atau Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) eksis, karena kesadaran bersama sejak tahun 2005. Moh Rosyid, peneliti Samin dan sejarah STAIN Kudus mengatakan kesadaran itu terbentuk terkait dengan sejumlah masalah yang dialami Indonesia.

”Di Indonesia kota-kota yang tergabung dalam WCF meliputi beberapa daerah di antaranya Banda Aceh, Sawahlunto, Padang, Baubau, Ende, dan sebagainya,” jelas Moh. Rosyid saat diwawancarai pagi tadi.

Rosyid mengatakan, perlunya warga Samin masuk ke dalam lingkup WCF atau JKPI. Alasannya, dengan masuknya komunitas Samin ke dalam WCF atau JKPI dapat menumbuhkan kesadaran pada warga Samin untuk menguri-uri budayanya, agar tetap utuh di tengah dinamika budaya yang merambah warga Samin.

”Kedua, memudahkan Pemda yang memiliki warga Samin bila komunitas ini bisa dijadikan destinasi wisata lokal, nasional, maupun global. Dengan adanya ini, secara langsung warga Samin dengan warga lokal lainnya dapat mengembangkan UKM bersama,” tambah Rosyid.

Meski teknologi semakin lama semakin canggih, namun Rosyid menjamin warga Samin tidak ada yang terpengaruh. Karena memiliki strategi dalam mengantisipasi gempuran budaya, sehingga akan tetap bertahan. (HANA RATRI/TITIS W).

Gara-gara Kembang Api, Ada Rumah Warga Sengonwetan Terbakar

Ilustrasi rumah terbakar.

Ilustrasi rumah terbakar.

GROBOGAN – Maraknya anak-anak bermain kembang api tampaknya perlu mendapat pengawasan. Peristiwa yang terjadi di Desa Sengonwetan, Kecamatan Kradenan saat magrib tadi setidaknya bisa dijadikan acuan. Dimana, akibat asik bermain kembang api, rumah milik Lopo (70), terbakar.

Beruntung, kebakaran itu hanya menimpa rumah bagian belakang saja. Sebab, puluhan warga berhasil memadamkan api sebelum menjalar ke rumah utama. Meski demikian, akibat kejadian ini, pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp 20 juta.

Informasi yang dihimpun MuriaNewsCom menyebutkan, sebelum kejadian ada beberapa anak yang sedang bermain kembang api di sekitar tempat itu. Sebagian percikan kembang api ada yang jatuh di tumpukan jerami kering di belakang rumah Lopo hingga akhirnya memicu kebakaran.

“Beruntung kebakaran ini berhasil diatasi warga dibantu kedatangan mobil pemadam kebakaran. Adapun asal mula api, besar kemungkinan berasal dari kembang api,” terang Camat Kradenan Karyanto. (DANI AGUS/SUWOKO)

Pemanah Blora, Kudus dan Jepara, Berjaya

Pemanah Blora Arya Wibowo saat tampil di nomor aduan di Stadion Kridosono. (MuriaNewsCom/Priyo)

Pemanah Blora Arya Wibowo saat tampil di nomor aduan di Stadion Kridosono. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Pemanah Blora, Kudus dan Jepara berjaya di seleksi tim panahan Jateng yang akan tampil di Pra-PON XIX di Jakarta, 5-14 Oktober. Arya Wibowo (Blora), Aqidatul Izzah (Kudus) dan Avrelia Cintha Dea (Jepara) menempati rangking pertama di kategori aduan. Hasil tersebut didapat seleksi hari kedua di Stadion Kridosono Blora, Kamis (30/7/2015).

Mereka sebelumnya juga menempati peringkat satu di hari pertama di nomor jarak dan total jarak yang diikutinya. Di hari kedua mempertandingkan nomor aduan. Poin yang diperoleh di nomor aduan ini ditambahkan dengan nilai yang diraih di hari pertama. Hasilnya, dengan memperoleh total poin 1839, Arya Wibowo menempati rangking pertama rekapitulasi total jarak dan aduan Divisi Nasional perseorangan putra.

Total jarak dan aduan Divisi Compound perseorangan putri, rangking pertama ditempati Avrelia Cintha Dea. Sedangkan pemanah Kudus Aqidatul Izzah menempati rangking pertama total jarak dan aduan Divisi Recurve perseorangan putri dengan total nilai 944.

“Perkembangan panahan di Jateng kian merata. Prestasi yang diraih atlet di Jateng pun kini tidak lagi didominasi satu dua daerah saja tapi sudah mulai merata,” ujar Manager Tim Pra-PON Jateng, Wahono, Kamis (30/7/2015).

Menurutnya dalam seleksi tim panahan Jateng di Blora ini diambil empat pemanah terbaik putra dan putri di setiap kategori. Yakni Fita Recurve, Fita Compound dan Ronde Nasional masing-masing putra dan putri. Dengan demikian, atlet yang menempati rangking satu hingga empat berpeluang besar memperkuat kontingen Jateng di Pra PON yang berlangsung di Jakarta.

“Mulai 3 Agustus 2015, atlet peringkat satu hingga empat di setiap ronde itu masuk training center (TC) selama dua bulan penuh guna menyiapkan diri tampil di Jakarta,’’ ungkapnya.

Selain itu usai seleksi atlet panahan Jateng, even di Blora itu besok masih berlangsung. Yakni mempertandingkan kejuaraan untuk kelompok umur (KU) 12 dan 16 tahun. “Jumlah peserta Kejurprov Panahan Junior KU-12 dan 16 lebih dari 80 orang atlet,’’ terangnya. (PRIYO/SUWOKO)

SMANOR dan Pelajar Jateng Juara 3 Piala Ketua KONI Kudus 2015

Peserta Piala Ketua KONI Kudus 2015 menjalani pertandingan hari kedua. (MuriaNewsCom/ Mohammad Iqbal Nai’my)

Peserta Piala Ketua KONI Kudus 2015 menjalani pertandingan hari kedua. (MuriaNewsCom/ Mohammad Iqbal Nai’my)

KUDUS – Tim asal Sidoarjo SMANOR dan Pelajar Jawa Tengah bberhasil merebut predikat juara ketiga Piala Ketua KONI Kudus 2015 ang dihelat di Lapangan Voli Pantao Ivojo, Ngembalrejo, Kamis (30/7/2015). Hasil itu didapat setelah mereka berhasil mengalahkan lawan masing-masing di laga perebutan juara ketiga. Lanjutkan membaca

Disbudparpora Pati Gelar Pameran Batik dan Kerajinan

Bupati Pati Haryanto tengah melihat salah satu batik yang dipamerkan di Alun-alun Pati, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto tengah melihat salah satu batik yang dipamerkan di Alun-alun Pati, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pati menggelar pameran batik dan kerajinan di Alun-alun Pati, Kamis (30/7/2015) hingga Sabtu (1/7/2015) mendatang.

Dalam pameran tersebut, berbagai karya pemuda Pati juga ditampilkan. Salah satunya, kaus oblong, kerajinan dari pemanfaatan barang bekas, makanan dari ikan laut, roti dari ketela, menghias kuku, kostum daur ulang, hingga karya anak SMKN 2 Pati yang membuat genset otomatis.

Pengunjung yang masuk stan pameran tidak dipungut biaya. Masyarakat diberikan kesempatan untuk melihat-lihat dan membeli berbagai produk yang ditawarkan dalam stan.

Terkait dengan batik, Bupati Pati Haryanto menegaskan pengembangan batik lokal memang diperlukan untuk menangkat potensi yang ada di setiap daerah. ”Kami memang komitmen untuk mengembangkan batik lokal, karena Kabupaten Pati punya banyak jenis batik mulai dari Bakaran, Langse, Pesantenan, hingga Batik Bumi Saridin,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Kamis (30/7/2015).

Komitmen tersebut, kata dia, dilakukan dengan membuat Peraturan Bupati (Perbup) penggunaan seragam batik mina tani. ”Perbup penggunaan seragam batik untuk PNS di lingkungan Kabupaten Pati sudah berjalan. Dengan demikian, kami bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus mengangkat potensi lokal,” imbuhnya.

Ia menambahkan, pihaknya akan gencar mencanangkan gerakan cinta produk lokal dan pembangunan pasar produk lokal di Jalur Pantura. ”Kami berharap, perekonomian di Kabupaten Pati semakin maju dengan mengangkat potensi lokal. Salah satunya dengan menggelar berbagai pameran,” tutupnya. (LISMANTO/TITIS W)

Radio Frekuensi mampu Hilangkan Selulit

beauty.grivy.com

beauty.grivy.com

KUDUS – Selulit merupakan suatu lapisan lemak di bawah kulit yang terletak di atas otot. Sebuah jaringan serat yang menghubungkan otot ke kulit. Jaringan itulah yang membuat kantong-kantong lemak dimana lemak terkumpul dan menonjol di bawah kulit, sehingga menimbulkan guratan timbul. Selulit dapat menimpa siapa saja, baik kurus maupun gemuk.

Mila Ledya salah satu dokter di Derma Skin Care and treatment mengatakan, timbunan lemak itu kerap ditemui di bagian paha, pinggang, dan pantat sehingga selulit sering kali muncul di daerah tersebut. ”Biasanya memang dialami oleh para wanita, sebab wanita yang lebih mudah mengalami pergantian postur tubuh dari gemuk ke kurus dan sebaliknya, sehingga kulit menjadi kendur dan berpotensi keluarnya selulit,” ujarnya.

Faktor-faktor yang berperan menimbulkan selulit adalah kegemukan, pola konsumsi makanan yang tidak sehat, misalnya makanan dan minuman yang mengandung alkohol, dan kafein. Stres dan kurang istirahat juga dapat memicu selulit.

Ketegangan otot yang berkelanjutan menyebabkan tertutupnya kelenjar-kelenjar dalam kulit sehingga menghambat proses metabolisme kulit. ”Untuk itu, kekencangan kulit perlu dijaga. Kalau pun sudah terlanjur dapat dihilangkan dengan tindakan dokter yaitu dengan perawatan Radio Frekuensi,” jelasnya. (AYU KHAZMI/ TITIS W)

Berdalih Digondeli Karyawan, Alasan Ady Batal Daftar ke KPU

Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Purwodadi Ady Setiawan saat jumpa pers. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Purwodadi Ady Setiawan saat jumpa pers. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Direktur PDAM Purwa Tirta Dharma Grobogan Ady Setiawan siang tadi menggelar jumpa pers terkait tidak jadinya mendaftar ke KPU, sebagai pasangan calon bersama Ketua Umum Partai Demokrat HM Sutirto. Pasangan Adi-Tirto dikabarkan bakal maju dengan kendaraan Partai Demokrat, PKS, dan PPP yang total punya 11 kursi.

Menurut Ady, salah satu alasan utama adalah adanya masukan dari sejumlah karyawan senior terkait dampak dari keikutsertaannya dalam masalah Pilkada buat PDAM.

”Sebenarnya pada hari terakhir pendaftaran saya sudah siap berangkat. Namun, banyaknya masukan dan beberapa hal yang disampaikan akhirnya saya memutuskan untuk menunda hak politik saya dengan tidak mendaftarkan diri ke KPU,” cetus Ady pada wartawan.

Menurutnya, pertimbangan lainnya adalah adanya laporan hutang pajak PDAM sebesar Rp 759 juta pada tahun 2007 silam. Temuan itu sendiri didapati dari Kantor Pajak Blora yang juga membawahi Kabupaten Grobogan pada tahun 2013 lalu. Adanya temuan itu membuatnya harus menyelesaikannya terlebih dahulu.

Sementara itu, HM Sutirto yang dimintai komentarnya mengaku kecewa dengan manuver yang dilakukan Ady Setiawan. Sebab, dia sudah berupaya keras membantu Ady Setiawan untuk mendapatkan rekomendasi sebagai syarat utama mendaftar sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati di KPU.

”Secara pribadi ini sangat mengecewakan kami dan kader Partai Demokrat. Untuk itu kami membuat laporan pada DPP mengenai masalah ini,” tegasnya. (DANI AGUS/TITIS W).

Petani Brebes Siap Tampung Umbi Mini dari Grobogan

Petani bawang Brebes siap tampung umbi mini dari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Petani bawang Brebes siap tampung umbi mini dari Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Keberhasilan menanam bawang merah dengan biji (TSS) di Grobogan ternyata mendapat perhatian dari banyak pihak. Beberapa hari sebelum panen hari ini, Kepala Dinas Pertanian Brebes berkunjung ke lokasi penanaman bersama perwakilan petani bawang merah.

”Kadinas Pertanian dari Brebes sekitar tiga hari lalu memang datang kesini untuk melihat keberhasilan penanaman bawang merah dengan biji. Mereka merasa penasaran, karena saat uji coba penanaman bawang merah dengan biji di Brebes tidak bisa berhasil,” kata Ketua Kelompok Tani Margo Soto Mulyono.

Selain berbagai pengalaman, rombongan dari Brebes itu juga menyatakan siap menampung umbi mini yang dihasilkan kelompok tani. Berapapun produksi yang dihasilkan, petani bawang merah Brebes siap membeli. Sebab, dengan adanya umbi mini itu mereka lebih mudah melakukan penanaman dibandingkan melalui biji.

Mulyono menambahkan, salah satu keberhasilan dalam penanaman bawang merah model TSS itu disebabkan petani selama ini sudah mahir dalam masalah pembenihan. Sebab, selama bertahun-tahun mereka terbiasa melakukan persemaian biji tembakau yang tingkat kesulitannya hampir sama dengan penanaman bawang merah dengan biji. (DANI AGUS/TITIS W)

Batal Nyalon Bupati, Harno Bantah Habiskan Rp1 Miliar

Harno, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rembang saat ditemui di ruang Fraksi Demokrat, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Harno, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rembang saat ditemui di ruang Fraksi Demokrat, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Usai membatalkan rencana untuk meramaikan pilkada, Harno, Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Rembang angkat bicara soal rumor, dirinya telah menghabiskan dana Rp1 miliar untuk nyalon bupati. Namun Harno secara tegas membantah menghabiskan anggaran tersebut untuk kepentingan pencalonannya.

Dia mengakui mengeluarkan anggaran, namun nilainya tidak mencapai Rp1 miliar seperti yang tertulis di salah satu media massa. Seperti diketahui, Harno merupakan bakal calon bupati yang memilih untuk mengundurkan diri sebelum mendaftar secara resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Rembang.

”(Apakah benar menghabiskan dana Rp1 miliar) Itu tidak benar, kalau orang mau nyalon itu tetap ada (biaya), tetapi masalah jumlah tidak sampai segitu (Rp1 miliar), jumlah yang saya keluarkan juga tidak membebani bagi saya, sebab wani nyalon ya harus berani dan siap biaya,” ujar Harno saat ditemui di ruang Fraksi Demokrat DPRD Rembang, Kamis (30/7/2015).

Saat disinggung apakah kecewa terhadap sejumlah partai anggota yang tergabung di koalisi besar, Harno tidak menjawabnya secara tegas. Namun dalam kesempatan berbeda, dia mengaku legowo jika Partai Demokrat memilih pasangan calon Sunarto dan Kuntum Khairu Basa. Usai pendaftaran pasangan calon, Harno juga menyatakan mulai aktif kembali untuk melanjutkan tugasnya sebagai seorang legislator.

”(Apakah kecewa atau tidak) ini dinamika politik, saya termasuk pemain dari awal, ternyata politik itu seperti itu, jadi banyak macem-macem disana, jadi bahasanya itu ya lincah-lincahan lah ya, siapa yang lincah, siapa yang bisa tepat mengambil peluang dia yang dapat, ternyata saya juga kalah lincah, kalah pengalaman dengan teman-teman yang lain. Mulai hari ini saya langsung aktif lagi aktivitas kedewanan,” kata Harno. (AHMAD FERI/TITIS W).

Dua Pasangan Bakal Calon Jalani Tes Kesehatan Selama 2 Jam

Dua pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sri-Edy dan Icek-Sugeng saling berangkulan usai tes kesehatan di RSUD dr Soedjati Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Dua pasangan bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sri-Edy dan Icek-Sugeng saling berangkulan usai tes kesehatan di RSUD dr Soedjati Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, dua pasangan calon peserta Pilkada Sri Sumarni-Edy Maryono dan Icek Baskoro-Sugeng Prasetyo menjalani tes kesehatan di RSUD dr Soedjati Purwodadi. Tes kesehatan yang dipimpin Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Grobogan Agus Kurnia itu berlangsung selama hampir lima jam. Mulai dari pukul 08.00 hingga menjelang pukul 13.00.

Pasangan Icek-Sugeng datang lebih dulu ke lokasi tes kesehatan. Selang beberapa saat, giliran pasangan Sri-Edy yang tiba disitu. Setelah mendapat penjelasan dari tim dokter, pemeriksaan kesehatan bagi dua pasangan tersebut dilakukan.

Ada beberapa bagian tubuh atau fisik kedua pasangan calon yang mendapat pemeriksaan. Antara lain, cek radiologi, THT, organ dalam, gigi dan mulut, kebidanan dan kandungan. Selain itu, kedua pasangan juga harus menjalani tes psikologi dengan menjawab 300 pertanyaan.

Usai pemeriksaan, Agus Kurnia mengatakan, hasil tes kesehatan tidak disampaikan secara langsung. Sebab, ada pemeriksaan yang memerlukan proses pengecekan dilaboratorium terlebih dahulu.

“Jumat besok kami akan rapatkan mengenai hasil tes kesehatan. Kemudian, Sabtu (1/8/2015) hasilnya langsung kami sampaikan ke KPU,” kata dokter spesialis penyakit dalam itu. (DANI AGUS/SUWOKO)

BPTP Jateng Siap Bantu Jadikan Grobogan Sentra Umbi Mini

TPH Grobogan akan lari kencang untuk mengembangkan bawang merah TSS dengan membuat sentra perbenihan umbi mini dahulu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

TPH Grobogan akan lari kencang untuk mengembangkan bawang merah TSS dengan membuat sentra perbenihan umbi mini dahulu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Keinginan Kepala Dipertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto untuk menjadikan Grobogan menjadi sentra umbi mini bawang merah, mendapat dukungan dari Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng Moh Ismail Wahab. Lanjutkan membaca

Ibunda Nusron Wahid Meninggal Dunia

Suasana rumah duka almarhumah Hj Warsiti, ibunda Kepala BPNTKI Nusron Wahid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Suasana rumah duka almarhumah Hj Warsiti, ibunda Kepala BNP2TKI Nusron Wahid. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Hj Wastini ibunda Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kamis (30/7/2015) sekitar pukul 14.00 WIB. Almarhumah meninggal di usia 78 setelah dirawat di rumah sakit beberapa hari.

Adik Nusron, Slamet Tohari, menjelaskan, ibundanya meninggal di rumah duka, Desa Mejobo, Kecamatan mejobo. Dia mengatakan, sudah satu tahun terakhir almarhumah sudah tidak bisa berjalan. Selain itu, 10 hari sebelum meninggal sempat dilarikan ke RSUD dr Lukmono Hadi, Kudus. Almarhumah meninggalkan 8 orang anak, termasuk Nusron.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga. Bahwa persiapan prosesi pemakaman ibu akan dilakukan pukul 19.00 WIB malam,” imbuhnya. (EDY SUTRIYONO/SUWOKO)

Kodim 0721/Blora dan DKK Blora Gelar Khitan Masal

Dandim 0721/ Blora saat melihat peserta khitan masal di pendapa kabupaten. (MuriaNewsCom/Priyo)

Dandim 0721/ Blora saat melihat peserta khitan masal di pendapa kabupaten. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-70 tahun, Kodim 0721 Blora bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora, menggelar khitan masal yang diikuti oleh 155 peserta.

Dalam acara yang dibuka Bupati Blora Djoko Nugroho dalam sambutannya mengungkapkan, selaku Pemerintah Kabupaten Blora memberikan apresiasi sebesar-besarnya dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan Kodim 0721/Blora yang menyelenggarakan acara khitan masal bagi masyarakat kurang mampu.

”Besar harapan saya, acara ini menjadi stimulan berbagai kalangan yang peduli terhadap pembangunan di Kabupaten Blora, untuk meningkatkan partisipasinya dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Blora,” Jelas Bupati Blora Djoko Nugroho, Kamis (30/7/2015).

Menurutnya, khitanan selain sebagai satu upaya pemenuhan syariat Islam, pelaksanaan khitan juga dijadikan sebagai satu tahapan bagi anak-anak untuk mampu mempersiapkan dan membekali diri menghadapi satu tahapan kehidupan. Yaitu menghadapi tahapan akhil balig, satu tahapan yang menuntut tanggung jawab lebih dibanding pada masa kanak-kanak.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora Dr. Henny Indriyanti, M. Kes menjelaskan, kegiatan khitan masal sudah menjadi program rutin oleh DKK Blora yang bekerja sama dengan Kodim 0721/Blora di setiap tahunnya, guna membantu masyarakat kurang mampu.

”Semoga kegiatan ini bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” imbuhnya. (PRIYO/TITIS W).

Grobogan Bakal Jadi Sentra Perbenihan Umbi Mini Bawang Merah

TPH Grobogan akan lari kencang untuk mengembangkan bawang merah TSS dengan membuat sentra perbenihan umbi mini dahulu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

TPH Grobogan akan lari kencang untuk mengembangkan bawang merah TSS dengan membuat sentra perbenihan umbi mini dahulu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Keberhasilan mengembangkan bawang merah melalui biji atau (TSS) langsung direspon cepat oleh Kepala Dipertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto. Rencananya, Kabupaten Grobogan dijadikan sentra perbenihan umbi mini bawang merah.

”Kita akan lari kencang untuk mengembangkan bawang merah ini dengan membuat sentra perbenihan umbi mini dulu. Beberapa tahun lagi, kemungkinan baru kita kembangkan penanaman bawang merah untuk kebutuhan konsumsi secara lebih luas,” tegasnya.

Edhie menjelaskan, bawang merah yang berhasil ditanam dan dikelola kelompok tani Margo Soto Desa Brabo itu memang baru menghasilkan umbi mini. Yakni, butiran bawang merahnya ukurannya kecil karena jarak tanamnya rapat. Nantinya, hasil panen ini dikembangkan lagi menjadi benih dengan cakupan areal penanaman yang lebih luas.

”Bawang merah yang dipanen ini sudah bisa dikonsumsi, tetapi sayang sekali kalau dimakan karena tingkat kemurniannya masih sangat tinggi. Untuk keperluan konsumsi sebaiknya dari hasil penanaman generasi ketiga atau keempat,” jelasnya.

Edhie menambahkan, penanaman bawang merah menggunakan biji dengan penerapan teknologi dari BPTP itu baru dilakukan dalam demplot seluas 4 x 25 meter. Ada tiga varietas bawang yang ditanam dengan biji. Yakni, varietas Tuktuk, Bima, dan Trisula yang ditanam sekitar bulan Mei lalu.

Dari panen yang dilakukan hasilnya cukup bagus. Dimana, rata-rata produksi bawang merah ketiga varietas itu adalah 5 kg per meter persegi. (DANI AGUS/TITIS W).

Dipertan TPH Sukses Budidayakan Bawang Merah dengan TSS

Moh Ismail Wahab Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng menunjukkan hasil panen bawang merah Dipertan TPH Grobogan di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Moh Ismail Wahab Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng menunjukkan hasil panen bawang merah Dipertan TPH Grobogan di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kamis (30/7/2015). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

GROBOGAN – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortulkutura (Dipertan TPH) Grobogan menorehkan hasil yang boleh dibilang sensasional. Karena berhasil mengembangkan komoditas bawang merah melalui sistem true shallot seed (TSS). Yakni, cara penanaman dengan menggunakan biji bawang merah. Selama ini, penanaman yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah.

”Uji coba penanaman bawang merah memakai metode TSS sudah dilakukan beberapa kali. Namun, baru di Grobogan ini yang berhasil dengan baik dan keberhasilan ini pantas mendapat apresiasi tinggi,” ungkap Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jateng Moh Ismail Wahab saat menghadiri panen bawang merah di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, siang tadi.

Penanaman model TSS itu merupakan sebuah langkah terobosan untuk menjaga produksi bawang merah secara nasional. Upaya itu dilakukan lantaran di daerah sentra bawang merah, seperti Kabupaten Brebes sudah mengalami penurunan produksi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini lantaran umbi bawang merah yang dijadikan benih petani banyak mengandung penyakit.

”Kalau benihnya sudah ada penyakit, maka ketika tumbuh tidak bisa maksimal lantaran rentan hama pada tanaman. Untuk itu, petani akhirnya terpaksa menggunakan pestisida berlebihan untuk menekan hama penyakit,” jelas Wahab didampingi Kepala Dipertan TPH Grobogan Edhie Sudaryanto. (DANI AGUS/TITIS W).

54 Adegan Pembunuhan Sadis Ninik Susilo Direkontruksi

Brigadir Lilik Setyawan saat melakukan peran pengganti sebagai Sumijan dalam reka ulang di halaman belakang Mapolres Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

Brigadir Lilik Setyawan saat melakukan peran pengganti sebagai Sumijan dalam reka ulang di halaman belakang Mapolres Blora. (MuriaNewsCom/Priyo)

BLORA – Polres Blora menggelar rekontruksi perkara pembunuhan pembakaran dengan tersangka bernama Sumijan (39) alias Jan Sapi, warga Dukuh Bedegan, Desa Bangklean, Kecamatan Jati, Blora dan korban bernama Ninik Susilo, perempuan warga Desa Kedungrejo Kecamatan Tunjungan, Blora.

Ninik Susilo tewas secara mengenaskan, dalam keadaan tubuh terbakar di punden area persawahan, Dukuh Ketanggi, Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, pada 10 Juli 2015. Rekontruksi kejadian itu dilakukan di halaman belakang Mapolres Blora.

”Ada 54 adegan yang harus diperagakan oleh tersangka Sumijan, namun diperagakan oleh Brigadir Lilik Setyawan. Sedangkan dalam proses rekontruksi korban, diperankan oleh Bripda Lia.” Jelas Kasat Reskrim AKP Asnanto, Kamis (30/7/2015).

Menurutnya, rekontruksi dilakukan orang lain lantaran tersangka tidak bisa melakukan adegan reka ulang. Karena kaki bagian kirinya masih terbalut perban, akibat tembakan saat penangkapan oleh tim Satreskrim Polres Blora yang dibantu dari Jatrantas Polda Jateng.

”Dalam reka ulang kami gunakan pemeran lainnya dari anggota kepolisian. Sebab korban masih belum bisa jalan secara maksimal dan harus menggunakan tongkat saat berjalan,” ungkapnya.

Saat rekontruksi pembunuhan tersangka duduk di bawah pohon, dengan dimintai keterangan dalam proses kejadian tersebut. Dalam rekontruksi menjelaskan semua adegan yang dilakukannya. ”Peragaan yang dilakukan dikonfirmasikan dan dilihat langsung oleh tersangka,” terangnya.

Sekadar diketahui pelaku Sumijan (39) alias Jan Sapi berhasil diringkus saat hendak kabur dari rumahnya di Dukuh Bedegan, Desa Bangklean, Kecamatan Jati Blora, pada Selasa (21/7/2015) pukul 03.30 WIB. (PRIYO/TITIS W)

Ini Pesan Bupati Jepara untuk Peserta Jambore Pramuka

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sedang menyematkan jaket dan topi kepada peserta Jambore Pramuka di Gunungpati, Semarang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi sedang menyematkan jaket dan topi kepada peserta Jambore Pramuka di Gunungpati, Semarang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Bupati Jepara sangat berharap kepada peserta yang mengikuti Jambore Pramuka di Gunungpati Semarang, untuk senantiasa menjaga kondisi baik fisik maupun mental. ”Bawalah semangat persatuan kesatuan serta nama korps Kabupaten Jepara,” kata Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Kamis (30/7/2015).

Selain itu, dia meminta para peserta dapat memperkenalkan keberadaan kota ukir yang mendunia dengan segenap ragam produk unggulan, pariwisata serta kekhasan  Jepara. Bahkan, dia juga meminta agar membawa nama baik Jepara melalui penampilan sikap yang ramah tamah dan mengedepankan senyum, sapa serta salam sebagai bentuk silaturahmi yang akrab antar sesama.

”Karena melelui sarana silaturahmi dapat menghantarkan kepada Surga Allah SWT,” katanya.

Secara khusus juga ditekankan untuk selalu meningkatkan dan memupuk mentalitas. Karena dengan semangat dan mentalitas yang kuat, menjadi nilai tambah tersediri dalam menghadapi setiap kegaiatan maupun lomba. Bupati selaku Ka Mabicab juga berharap duta Jepara ini dapat mengikuti semua kegiatan dengan baik sebagai bekal dan tambahan pengetahuan, pengalaman serta ketrampilan.

”Untuk itulah, kepada orang tua wali murid yang turut hadir pada kesempatan tersebut serta segenap pihak terkait, dihaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas segala dukungan moril maupun materiil,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Jangan Terburu-buru Tergiur Diskon Besar-besaran Harga Perumahan, Kenapa?

Ilustrasi

Ilustrasi

KUDUS – Membeli rumah bisa jadi pilihan tepat bagi seseorang. Selain bisa langsung dihuni, prosesnya jelas lebih mudah dibandingkan harus membuat rumah sendiri.

Apalagi melihat kondisi saat ini dengan perkembangan bisnis didunia properti membuat konsumen menjadi lebih mudah memilih. Banyaknya pilihan perumahan yang ditawarkan dengan keunggulan masing-masing juga menarik konsumen untuk membeli rumah siap huni.

Namun, dengan banyaknya pilihan yang ada, juga memiliki sisi kekurangan. Konsumen harus lebih cekatan dalam memilih perumahan yang baik. Nicodemus Adiputra Wijaya, Direktur Perumahan Persada Regency Kaliwungu mengatakan, banyak hal yang dilakukan oleh pebisnis untuk menarik minat konsumen. Yang biasa menjadi sorotan adalah masalah harga dengan pemberian potongan harga.

“Promo atau potongan harga biasanya memang sangat menarik bagi konsumen yang sedang mengincar rumah, ” ujarnya.

Dirinya menambahkan, potongan harga yang terlalu besar justru harus diwaspadai. Bisa jadi harga yang ditawarkan sebelumnya lebih mahal dari harga pada umumnya. “Meski saat itu sedang ada potongan harga, akan tetapi dapat diperkirakan bahwa perumahan tersebut memiliki tujuan komersial yang melebihi semestinya, ” jelasnya.

Justru pada perumahan yang hanya memberikan sedikit potongan dapat diperkirakan sudah harga pasaran. Sehingga, tidak memungkinkan untuk menurunkan harga terlalu banyak.

Sebagai pertimbangan, dapat pula melihat spesifikasi lengkap dan memperkirakan harga. Apakah sudah sesuai atau belum.

“Jadi jangan mudah tergiur dengan melihat tawaran potongan harga yang sangat besar. Tetap harus dipertimbangkan dengan matang sebelum membelinya, ” imbuhnya.  (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Xperia M4 Aqua, Laris di Pasaran

Penampakan Xperia M4 Aqua (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Penampakan Xperia M4 Aqua (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

KUDUS – Beberapa vendor terkenal dan dipercaya oleh konsumen selalu dinanti-nantikan keluaran produk terbarunya setiap saat.  Seperti vendor Sony yang telah menguasai pasaran sejak lama, berkat keunggulan smartphone berseri yang dikeluarkannya.

Kini, salah satu produk terbaru Sony yang hadir di Kudus pada awal bulan lalu juga sukses terjual. “Seri M4 aqua yang mulai ready sejak 1 bulan lalu tersebut sudah diburu oleh masyarakat, ” ujar Ari Irawan, promotor Sony di Millenia Cellular Jalan Veteran Kudus.

Meski tergolong smartphone dengan harga yang cukup tinggi, namun antusias konsumen sangat tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari total penjualan, sejak smartphone tersedia.

Sejak awal bulan lalu, dirinya mengaku sudah menjual sekitar 20 unit. Bahkan, beberapa waktu lalu karena banyaknya pesanan, M4 Aqua sempat inden. Saat ini pun hanya tinggal beberapa unit saja. Belum tau akan dipasok kapan lagi,” imbuhnya.

Smartphone yang dibandrol dengan harga dibawah Rp 4 juta tersebut memiliki banyak kelebihan spesifikasi dengan keutamaan sertifikat IP68 yang mampu membuat smartphone bertahan dalam air dengan kedalaman 1,5 meter hingga 30 menit.

Kelebihan tersebut, saat ini hanya dimiliki oleh smartphone-smartphone tertentu dengan harga yang mahal. Untuk itu, Sony menjadi buruan karena kualitas produk sebelumnya yang sukses dipasaran berkat smartphone tahan air miliknya. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Kwarcab Pramuka Jepara Ikuti Jambore Daerah di Semarang

Ahmad Marzuqi, selaku Ka Mabicab bersama anggota Mabicab melepas langsung Kontingen Kwartir Cabang Jepara untuk mengikuti Jambore Daerah ke - 14 tahun 20. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ahmad Marzuqi, selaku Ka Mabicab bersama anggota Mabicab melepas langsung Kontingen Kwartir Cabang Jepara untuk mengikuti Jambore Daerah ke – 14 tahun 20. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Ahmad Marzuqi, selaku Ka Mabicab bersama anggota Mabicab melepas langsung Kontingen Kwartir Cabang Jepara untuk mengikuti Jambore Daerah ke – 14 tahun 2015, di  Bumi Perkemahan ”Candra Birawa” Gunungpati Semarang.

Dua regu kontingen putra dan putri, berjumlah 40 peserta ini dilepas secara resmi di serambi depan Setda Jepara. Ditandai dengan pemakaian jaket dan topi  peserta oleh Ka Mabicab, Ahmad Marzuqi didampingi Ka Kawarcab Suliyono. Disamping forkopinda dan Sekda Jepara hadir juga segenap wali dan orang tua peserta, jajaran pengurus Kwarcab Pramuka Jepara serta Kepala Dinas/Instansi Terkait, Kamis (30/07/2015).

Ketua Komisi Binamuda Kwarcab Jepara Sudarwanto, melaporkan kegiatan Jambore Daerah pada dasarnya untuk memberikan wadah yang terarah bagi peserta didik. Harapannya setelah mengikuti Jambore dapat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, keterampilan serta mengembangkan diri di gugus depannya masing-masing.

”Pada Jambore daerah ke -14 tahun 2015 yang diselenggarakan mulai tanggal 01 sampai 05 Agustus 2015 ini, Kwarcab Jepara mengikutsertakan 2 regu putra dan 2 regu putri. Total seluruh kontingen 49 orang. Terdiri dari  40 anak peserta Pramuka penggalang hasil seleksi. 8 orang pembina pendamping serta seorang pimpinan kontingen,” terang Sudarwanto.

Adapun materi kegiatan terdiri dari 3 kelompok, yaitu giat rutin dan bakti, giat pengenalan dan pendalaman serta giat prestasi. Untuk itu sejak awal kontingen sebelumnya telah digladi dan dibekali dengan berbagai kesiapan yang dilaksakankan oleh Kawrcab di Sanggar Pramuka. (WAHYU KZ /TITIS W)