Kudus dan Pati Larang Karaoke, Jepara Bisa Dibanjiri PK

Ilustrasi tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ilustrasi tempat karaoke di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Setelah munculnya Peraturan Daerah (Perda) mengenai pelarangan karaoke di Kabupaten Kudus dan Pati. Kabupaten Jepara berpotensi menjadi tempat migrasi para pemandu karaoke (PK). Pasalnya, sampai saat ini Jepara belum memiliki Perda terkait pelarangan itu.

“Apalagi isu pelarangan karaoke yang baru sebatas aturan dari Bupati sudah bergeser jadi isu status tanah dan upaya pembongkaran Pungkruk saja. Padahal, tempat karaoke juga ada di lokasi lain selain Pungkruk,” kata salah satu pengusaha karaoke Pungkruk, Mulud kepada MuriaNewsCom.

Meski demikian, sampai saat ini belum ada PK dari Kudus maupun Pati yang bermigrasi ke Pungkruk. Namun potensi migrasi tersebut tetap ada lantaran sampai saat ini di Jepara belum ada aturan pelarangan yang jelas.

“Kalau di kota lain kan jelas, karaoke boleh namun menjadi fasilitas rumah makan atau yang lainnya. Tapi kalau di Jepara isunya malah bergeser,” katanya.

Lebih lanjut Mulud, jika memang ada PK baru yang masuk, pihaknya akan melakukan pengawasan dan pendataan. Pasalnya, saat ini di Pungkruk sendiri ada aturan-aturan yang harus ditaati bagi para PK.

“Kalau di sini PK tidak boleh memakai pakaian mini dan baju juga harus berlengan. Kalau memang ada PK baru dan tidak mau mengikuti aturan tersebut ya, silakan pergi. Mengingat saat ini kondisi karaoke di Jepara jadi bahan pembicaraan banyak pihak,” ujar Mulud.

Sementara itu, salah seorang pemilik kafe caraoke, Bunga (samaran) mengatakan, saat ini dia mengaku kesulitan mencari PK baru. Sejak beredar wacana rencana eksekusi perobohan bangunan karaoke, PK yang pulang kampung saat lebaran sampai saat ini banyak yang belum kembali bekerja.

“Usaha saya cuma ini saja mas, jadi mau gimana lagi kalau tidak buka. Tapi sekarang mencari PK sulit,” katanya. (WAHYU KZ/SUWOKO)