Peternak Lele Asal Gembong Bocorkan Kunci Sukses Budidaya Lele

Sejumlah peternak lele di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong yang tergabung dalam paguyuban tengah memanen lele. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah peternak lele di Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong yang tergabung dalam paguyuban tengah memanen lele. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI РBudidaya ikan lele ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Banyak yang mencoba melakukan budidaya lele, tapi selalu gagal. Budidaya lele bukan sekadar soal bagaimana memelihara lele, tetapi juga menyangkut soal marketing. Ini yang menjadi salah satu kunci sukses untuk budidaya lele.

Rusmani (43), salah satu peternak lele asal Desa Kedungbulus, Kecamatan Gembong mengatakan, budidaya lele harus dalam satu kelompok atau paguyuban. Dengan begitu, peternak  lele bisa berkoordinasi untuk menentukan market, termasuk masalah-masalah dalam pemeliharaan lele.

“Dengan ikut paguyuban, harga lele lebih bisa distabilkan. Selain itu, bisa berdiskusi bagaimana memelihara lele, dari segi pakan yang murah dan berkualitas,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Belum lagi, kata dia, kalau ada masalah yang dihadapi peternak lele. Misalnya, harga pakan melonjak hingga hasil panen lele ternyata kepalanya besar, badannya kecil.

“Banyak persoalan dan problem dalam budidaya lele. Kalau ikut paguyuban, kita bisa selesaikan bersama. Tak hanya itu, paguyuban biasanya punya market yang jelas, sehingga tidak kesulitan dalam menjual lele,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu prinsip yang acapkali diabaikan petani lele adalah paguyuban. Padahal, paguyuban punya peran penting untuk budidaya lele. “Kalau tidak percaya, silakan coba sendiri,” katanya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)