Mobil Bermesin Euro 2 Bisa Diisi Pertalite

Produk mobil besutan Nissan dan Datsun bisa diisi dengan Pertalite. Bahan bakar bahan bakar beroktan 90 ini tentunya membantu pembakaran lebih bagus dan membuat mesin kendaraan lebih awet. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

Produk mobil besutan Nissan dan Datsun bisa diisi dengan Pertalite. Bahan bakar bahan bakar beroktan 90 ini tentunya membantu pembakaran lebih bagus dan membuat mesin kendaraan lebih awet. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Dunia otomotif kembali digencarkan oleh penemuan baru. Yaitu dengan kehadiran bahan bakar baru, Pertalite. Tentunya penggunaan bahan bakar beroktan 90 ini dilihat dari jenis mesin pada sebuah mobil atau motor milik pengemudi. Sigit Bayu, supervisor Nissan-Datsun Jati Kudus mengatakan Pertalite dapat digunakan untuk mobil bermesin diesel maupun non-diesel. ”Pertalite itu cukup bagus karena RON-nya itu 90, di atas premium yang RON-nya cuma 88. Itu artinya pembakarannya lebih bagus,” ungkap Bayu, sapaan akrabnya.

Pertalite yang dijual Rp 8.400 per liter ini, tentunya berbeda dengan Premium yang kadar oktannya hanya 88. Namun, penggunaan bahan bakar minyak ini juga harus disesuaikan dengan kondisi mesin kendaraan. Produk mobil besutan Nissan dan Datsun pun juga bisa diisi dengan Pertalite ini. Seperti mobil-mobil kelas hatchback atau city car terbaru dari Nissan, yakni Grand Livina, March, dan Datsun.

Ketiga mobil tersebut memiliki mesin euro 2 yang mesinnya biasa diisi dengan BBM Pertamax maupun Premium. Untuk mobil diesel, menurut Bayu, kecenderungannya menggunakan bahan bakar diesel yaitu Biodiesel atau Pertamina Dex. Namun, ia berpendapat kemungkinan Nissan Navara yang memang bermesin euro 3 ini dapat diisi dengan Pertalite.

”Mobil bermesin euro 3 itu sebenarnya lebih ke mesin diesel. Nah, mesin pada Nissan Navara itu sudah menggunakan mesin euro 3. Gas buangnya minim. Ini teknologi yang masih baru juga sejak peluncurannya beberapa bulan lalu,” ungkap Bayu. (HANA RATRI/TITIS W)