Pengusaha Karaoke Pungkruk Tegaskan “Wani Mati” untuk Hadapi Eksekusi

Sejumlah pengusaha karaoke pungkruk berkumpul dan berjaga-jaga di kawasan bangunan yang rencananya dirobohkan aparat. Mereka nekat akan memberikan perlawanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah pengusaha karaoke pungkruk berkumpul dan berjaga-jaga di kawasan bangunan yang rencananya dirobohkan aparat. Mereka nekat akan memberikan perlawanan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meskipun pembongkaran bangunan tempat karaoke di Pungkruk ditunda pada 19 Agustus 2015 nanti,sejumlah pengusaha karaoke Pungkruk tetap berkumpul dan pasang badan untuk menghalangi aparat, pada Senin (27/7/2015). Bahkan, mereka menyatakan “wani mati” menghadapi eksekusi pembongkaran yang direncanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara.

”Wani mati pokok’e mas,” tegas sejumlah pengusaha karaoke di Pungkruk dengan nada kesal ketika mereka berkumpul dan pasang badan di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Senin (27/7/2015).

Salah satu perwakilan pengusaha, Mulud mengatakan, pihaknya tetap siap melawan aparat yang akan melakukan eksekusi pembongkaran. Perkumpulan yang dilakukan para pengusaha ini menunjukkan bahwa mereka tidak main-main memberikan perlawanan.

“Pemkab mengusir kami dengan cara memaksa, sehingga kami juga akan nekad menghadapi mereka,” kata Mulud kepada MuriaNewsCom.

Menurut Mulud, awalnya eksekusi pembongkaran dilakukan pada hari ini. Namun, informasi terakhir yang diterimanya ada penundaan. Sebelum mendapatkan informasi penundaan, pihaknya telah melakukan kordinasi antarpengusaha untuk bersatu dan memberikan perlawanan.

“Meski ada informasi ditunda, kami tetap kumpul bareng disini. Kami ingin menunjukkan bahwa kami memang benar-benar tidak mau diusir dengan cara kekerasan atau dipaksa dengan melakukan pembongkaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)