Bupati Pati Diminta Ditangkap, Jika Memang Ada Pendemo yang Harus Ditangkap dan Diadili

Ribuan demonstran memblokir jalur pantura pada aksi penolakan pabrik semen di Pati, Kamis (23/7/2015). (MuriaNewsCom / Lismanto)

Ribuan demonstran memblokir jalur pantura pada aksi penolakan pabrik semen di Pati, Kamis (23/7/2015). (MuriaNewsCom / Lismanto)

PATI – Pihak yang mengklaim ahli waris Gunung Kendeng menyebut jika Komisi Penila Amdal gegabah menerbitkan surat kelayakan lingkungan tanpa diketahui masyarakat, karena diputuskan dan diteken diluar sidang komisi.Madris, pentolan ahli waris Gunung Kendeng mengatakan, jika Bupati Pati Haryanto dengan gagah berani meneken izin lingkungan. Sampai hari ini, katanya, masyarakat tidak pernah tahu isi dokumen Amdal yang dinilai layak itu.

”Masyarakat hanya mendapatkan draft yang dibagikan saat akan dilaksanakan sidang komisi penilai tanggal 3 september 2014 lalu. Aksi blokir pantura adalah akumulasi dari semua itu. Jika masih tidak digubris, kedepan tentu aksi akan terus kami lakukan, tensinya akan terus kami tingkatkan,” katanya.

Dirinya  menghimbau kepada aparat penegak hukum, jika hendak meminta pertanggungjawaban atas berbagai kerugian akibat aksi tersebut, maka alamat yang tepat adalah kepada Komisi penilai Amdal Kabupaten Pati dan Bupati Pati.

Hal itu, karena rekomendasi kelayakan lingkungan dari Komisi Penilai Amdal dan Izin Lingkungan yang diterbitkan Bupati Pati, disebut biang kerok, pemicu utama aksi massa tersebut.

”Kemudian, jika harus ada yang ditangkap dan diadili, maka Ketua Komisi Penilai Amdal yang juga Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pati Purwadi dan Bupati Pati Haryanto, katanya juga  harus ditangkap dan diadili,” tegasnya. (KHOLISTIONO)