Pemkab Jepara Tunda Pembongkaran Pungkruk, Ada Apa?

Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom)

Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santosa. (MuriaNewsCom)

JEPARA – Eksekusi pembongkaran maupun perobohan bangunan di Kawasan pantai Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Jepara ditunda. Jika sebelumnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara mengumumkan pembongkaran akan dilaksanakan pada Senin awal pekan nanti, 27 Juli 2015, namun ditunda menjadi 19 Agustus 2015.

Hal itu disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santosa. Menurutnya, berdasarkan hasil rapat bupati, wakil bupati, dan kapolres jepara pada, Kamis (23/7/2015) kemarin, rencana eksekusi perobohan bangunan karaoke ditunda.

”Berdasarkan rapat tersebut, memang rencana eksekusi ditunda sampai setelah peringatan HUT kemerdekaan. Rapat diikuti Pak Bupati, Pak Wakil, dan Pak Kapolres. Jadi tak ada alasan lain,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Jumat (24/7/2015).

Menurut Trisno, alasan penundaan eksekusi perobohan bangunan karaoke lantaran, Pemkab masih memberikan kesempatan pemilik bangunan karaoke untuk membersihkan atau membongkar sendiri bangunannya, sebelum ada pembongkaran paksa oleh aparat.

”Surat penundaan itu akan kami kirimkan pada Senin (27/7/2015) awal pekan besok,” kata Trisno.

Sebelumnya, Wakil Ketua Papepung Mulud bersiap mengerahkan semua anggota Papepung untuk melawan aparat penegak hukum yang akan melakukan eksekusi pembongkaran bangunan karaoke di Pungkruk turut Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Jepara. Hal itu lantaran alasan yang dijadikan landasan terkesan dipolitisi.

”Sebelumnya isu yang digunakan karaoke, kemudian bergeser menjadi isu status tanah. Alasan itu seakan ingin memaksa kami pergi dari sini (Pungkruk),” kata Mulud. (WAHYU KZ/SUPRIYADI)

Satu gagasan untuk “Pemkab Jepara Tunda Pembongkaran Pungkruk, Ada Apa?

  1. Jangan munafik, lebih baik di bina, bgmnapun juga mereka itu pengusaha dan untuk kelangsungan hidup…jangan malah dibinasakan. Pakai lah nurani, sebagai pemimpin yang bijak..

Komentar ditutup.