Uji Pengetahuan Agama, Siswa MTs NU Tamrinut Thullab Praktik Ceramah

Salah satu siswa MTs NU Tamrinut Thullab, Undaan Lor sedang berlatih berceramah dihadapan guru pembimbing dan teman-temannya. Hal itu guna mengekplor kemampuan siswa dalam hal ilmu agama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Salah satu siswa MTs NU Tamrinut Thullab, Undaan Lor sedang berlatih berceramah dihadapan guru pembimbing dan teman-temannya. Hal itu guna mengekplor kemampuan siswa dalam hal ilmu agama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Guna memperdalam materi agama, maka setiap siswa harus bisa mengembangkan ilmu tersebut pada khalayak. Yaitu dengan memperaktikkan ceramah atau pidato di depan muka umum. Begitu juga dengan MTs NU Tamrinut Thullab, Undaan Lor. Semua siswanya yang duduk di kelas VIII dan IX diharapkan dapat mempraktikkan ceramah agama pada rekannya yang lain.

Salah satu siswa Kholid Asyrofi menjelaskan, ceramah ini memang ditunjuk oleh guru setelah salat dzuhur berjamaah. Akan tetapi dalam tema tersebut diserahkan secara penuh kepada siswa bersangkutan. Baik itu hormat kepada orang tua, guru, maupun tentang menempuh pendidikan.
Sistem ceramah tersebut, dapat membuat ilmu yang diperoleh siswa bermanfaat. Sebab selama ini, pihak siswa diberikan pendidikan tentang materi fiqih, aqidah akhlak, tauhid dan lainnya.

Diharapkan setelah lulus nanti, siswa dapat mempraktikkannya di masyarakat. tentunya dengan ilmu dan pengetahuan agama yang mumpuni.

”Setiap siswa harus di test ilmu agamanya dengan berceramah. Sehingga mereka tidak sekadar mendengar dan menulis apa yang disampaikan pengajar. Tetapi juga mengeksplore pengetahuan dan kemampuan dalam menyampaikan keilmuan yang diperolehnya. Meskipun terkadang ada kekeliruan, namun guru meralat apa yang disampaikan siswa,” paparnya.

Kholid melanjutkan, dengan pembelajaran tersebut membuat kualitas mental siswa lebih terasah. Karena mereka dituntut untuk berani memaparkan dengan ilmu yang dikuasainya. Setiap siswa diberikan waktu ceramah minimal lima menit. Para siswa mempersiapkan diri dan materi sebelum ditunjuk berceramah. Hal itu mendorong siswa untuk selalu aktif mengikuti pelajaran. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)