Puncak Syawalan, Kendaraan Dilarang Melintas di Pantura Kota Rembang

Sejumlah pengendara melintas di jalur Pantura Kota Rembang tepatnya di kawasan TRPK Dampo Awang Beach pada Kamis (23/7/2015). Selama dua hari atau tepatnya mulai Jumat (24/7/2015) hingga Sabtu (25/7/2015) pengguna kendaraan dilarang melintas di jalur setempat. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

Sejumlah pengendara melintas di jalur Pantura Kota Rembang tepatnya di kawasan TRPK Dampo Awang Beach pada Kamis (23/7/2015). Selama dua hari atau tepatnya mulai Jumat (24/7/2015) hingga Sabtu (25/7/2015) pengguna kendaraan dilarang melintas di jalur setempat. (MuriaNewsCom/AHMAD FERI)

REMBANG – Demi mengantisipasi kemacetan parah saat puncak perayaan Syawalan, aparat kepolisian bakal menerapkan larangan melintas di jalur Pantura Kota Rembang. Polisi bakal membuat rekayasa lalu lintas di jalur setempat selama dua hari, tepatnya pada Jumat (24/7/2015) hingga Sabtu (25/7/2015) untuk mengantisipasi macet parah di ruas tersebut. Potensi kemacetan arus lalu lintas cukup tinggi mengingat di waktu tersebut berlangsung puncak perayaan Syawalan dan sedekah laut.

”Puncak Syawalan berlangsung pada 24 Juli dan kirab sedekah laut Tasikagung 25 Juli nanti. Jika arus lalu lintas tidak dialihkan, bisa macet selama berjam-jam. Puncak Kupatan akan diisi dengan acara arak-arakan yang melibatkan semua RT di Tasikagung,” ujar Ipda Ngaenul Mujib, Kepala Unit (Kanit) Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Satlantas Polres Rembang, Kamis (23/7/2015).

Ipada Ngaenul mengimbau kepada setiap pengguna Jalur Pantura Rembang untuk mulai mengurangi laju kendaraan sesampai di area kota. Menurutnya, arus lalu lintas bagi mobil pribadi dari arah Semarang dialihkan lewat Pasar Pentungan ke selatan tembus Perempatan Galonan hingga Pertigaan Soklin. Sedangkan Arus lalu lintas kendaraan barang dari arah barat, tetap diperbolehkan masuk Jalur Pantura Kota Rembang.

”Adapun mobil pribadi dari arah Surabaya ke arah Semarang kita alihkan lewat Pertigaan Soklin tembus Pentungan, sedangkan armada barang dialihkan via Jalan Cokroaminoto tembus Jembatan Karanggeneng. Sebab rekayasa arus lalu lintas memang hanya difokuskan khusus untuk Jalur Pantura Kota Rembang,” kata Ipda Ngaenul Mujib. (AHMAD FERI/TITIS W)