Revisi Perda Toko Modern Gagal, PMII Jepara Kecewa

PMII Jepara ketika menggelar aksi menuntut revisi Perda tentang toko modern beberapa waktu lalu di depan kantor Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

PMII Jepara ketika menggelar aksi menuntut revisi Perda tentang toko modern beberapa waktu lalu di depan kantor Bupati Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

JEPARA – Rencana revisi Perda Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern gagal diparipurnakan oleh DPRD Jepara dalam rapat paripurna, Senin (6/7/2015) lalu. Salah satu pihak yang merasa kecewa dengan gagalnya revisi tersebut adalah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jepara.

Ketua Umum PMII cabang Jepara, Ainul Mahfud mengatakan, pihaknya sangat mengecewakan pihak DPRD Jepara yang tidak mengesahkan revisi Perda tentang toko modern tersebut. Sebab, sebelumnya pihak Dewan maupun eksekutif telah sepakat dan berkomitmen untuk sesegera mungkin merevisi Perda tersebut.

“Perda tentang toko modern itu banyak celah yang dapat dimanfaatkan oleh pemodal besar. Seperti fakta saat ini, toko modern sudah merebak dimana-mana. Kondisi ini sangat merugikan pedagang tradisional,” kata Ainul kepada MuriaNewsCom, Sabtu (11/7/2015).

Dalam rapat paripurna Senin (6/7/2015 lalu, DPRD Jepara hanya mengesahkan enam ranperda, padahal revisi perda penataan pasar itu masuk dalam pembahasan panitia khusus (pansus) III yang telah dibentuk dewan sebelumnya.

Perwakilan Pansus III DPRD Jepara, M Jamal Budiman menyatakan, ditundanya penetapan revisi perda penataan pasar itu dikarenakan masih diperlukan pengkajian, pendalaman serta telaah yang meliputi aspek yuridis, sosiologis dan filosofis dari perubahan perda itu.

“Sehingga pembahasan ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2010 Tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern belum dapat direalisasikan dan masih diperlukan perpanjangan waktu untuk membahasnya,” ujar Jamal. (WAHYU KZ/SUWOKO)