Tak Ada Lagi Pengunjung Karaoke, Giliran Maling yang Sambangi Kawasan Pungkruk

Kawasan Pungkruk yang sangat sepi usai ada kebijakan penutupan usaha karaoke di Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

Kawasan Pungkruk yang sangat sepi usai ada kebijakan penutupan usaha karaoke di Jepara (MuriaNewsCom/WAHYU KZ)

JEPARA – Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) menilai, kebijakan penutupan semua tempat usaha karaoke di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo yang belum adanya tindakan solusi yang tepat dari Pemkab membuat efek domino. Selain saat ini banyak yang kehilangan pekerjaan, lokasi kawasan Pungkruk yang berada di pesisir pantai menjadi sangat sepi.

”Bahkan, sejak usaha karaoke kami tutup. Kasus pencurian banyak sekali yang terjadi,” ujar Wakil Pengurus Papepung Mulud kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut Mulud membeberkan, sejak kawasan Pungkruk menjadi begitu sepi, kasus pencurian meningkat. Tercatat satu unit proyektor di Cafe Ana, Power suply di Cafe Lumintu, mesin pompa air di Cafe Virgo, serta satu unit sepeda motor di Dikuh Jubel dicuri.“Sementara ini baru dua pelaku pencurian yang sudah kami serahkan ke pihak berwajib,” katanya.

Dia menambahkan, sejak dipastikannya rencana Pemkab Jepara untuk membongkar kawasan Pungkruk. Para pengusaha dan karyawan sudah tertekan. Semuanya memikirkan bagaimana nasibnya nanti.

Bahkan, tak hanya pengusaha karaoke yang merasa akan dirugikan. Namun juga beberapa pengusaha lain terutama pengusaha kecil seperti warung makan sederhana yang sangat dirugikan dengan adanya rencana tersebut.

“Ada beberapa penjual makanan yang tidak bisa mendapatkan nafkah sejak ada isu penutupan usaha karaoke. Sebab, dia memang mengandalkan jualan makanan untuk melayani karyawan di tempat karaoke,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)