Hari Ini Kejari Rembang Bakal Periksa Nur Hasan

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Rembang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. (MURIANEWSCOM/AHMADFERI)

Muhammad Nur Hasan, anggota DPRD Rembang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana hibah musala di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan. (MURIANEWSCOM/AHMADFERI)

REMBANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang bakal memeriksa tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah, Muhammad Nur Hasan di rumahnya di Desa Bogorejo Kecamatan Sedan pada Senin (29/6/2015) hari ini. Politisi Partai Hanura sekaligus anggota DPRD tersebut bakal diperiksa seputar perannya dalam kasus dugaan korupsi senilai Rp 40 juta yang berkedok rehab musala fiktif di desanya sendiri.

”Saat ini ada informasi malah yang bersangkutan (Nur Hasan) sudah memesan kamar di Rutan Rembang, mungkin dia sudah tahu kalau mau ditahan. Jadwal pemeriksaan terhadap tersangka akan kami lakukan hari ini (29/6/2015) di rumahnya,” ujar Eko Yuristianto, Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Khusus (Pidsus) pada Kejari Rembang, Senin (29/6/2015).

Berlanjutnya pemeriksaan Nur Hasan sebagai tersangka ini setelah sebelumnya Pengadilan Negeri (PN) setempat menolak gugatan praperadilan yang dia ajukan. Seperti diketahui, Nur Hasan sudah tiga kali mangkir dari pemeriksaan tim penyidik Kejari Rembang. Bahkan tiga anak buahnya yang berperan sebagai mandor proyek serta penyusun proposal dan laporan pertanggungjawaban telah ditahan oleh Kejari di Rutan Rembang.

Kasus dugaan korupsi ini juga menyeret bos material karena menyediakan nota fiktif, Ummi Qoyyimah dan Kabag Kesra Pemkab Rembang Abdullah. Namun status Ummi dan Abdullah telah beralih menjadi tahanan kota, sehingga mereka masih bisa beraktivitas seperti biasa meskipun ada sejumlah pembatasan. Bahkan ketika sidang praperadilan digelar di ruang sidang cakra pengadilan negeri (PN) Rembang belum lama ini, Ummi Qoyyimah turut menghadirinya. (AHMAD FERI/SUPRIYADI)