Camat Jekulo Minta Kucing-kucingan Kades dan BPD Dihentikan

Camat Jekulo, Eko Hari Djatmiko. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Camat Jekulo, Eko Hari Djatmiko. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

KUDUS – Camat Jekulo Eko Hari Djatmiko meminta semua kepala desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) harus bisa saling mengisi dalam pemerintahan. Hal itu seiring banyaknya ketidakharmonisan antara kepala desa dengan BPD.

”Kadang BPD itu selalu curiga kepada kepala desa dan perangkatnya akan berbuat korupsi atau menghabiskan uang. Karena itu, saya selalu mengundang ke-12 kepala desa dan BPD yang ada diwilayahnya untuk berembug bersama sama mengenai program desa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Ia menjelaskan, BPD memang memiliki fungsi sebagai pengawas anggaran. Karena itu, informasi apapun yang dibutuhkan harus diberikan. Termasuk kebutuhan operasional BPD. Hanya yang mempunyai kebijakan dan belanja pemerintah desa.

Selain itu, lanjut Djatmiko, bila BPD mendapati temuan indikasi korupsi atas kinerja kepala desa beserta perangkatnya, bukan berarti bebas mengeksekusi. Namun, temuan tersebut harus dilaporkan ke kecamatan, setelah itu pihak camat akan melanjutkan ke bagian pemerintahan Kabupaten.

”Yang penting mereka akur dulu. Sebab selama ini yang saya jumpai disaat menjadi camat kaliwungu ya memang begitu, BPD dan Kades saling melotot,” imbunya. (EDY SUTRIYONO/SUPRIYADI)