Tongtek Jadi Tradisi yang Harus Dilestarikan

 

Tongtek Jadi Tradisi (e)

Sejumlah warga Perumahan Griya Kusuma Indah, Dukuh Rendole, Desa Sidomukti, Kecamatan Margorejo menggelar tongtek, Sabtu (27/6/2015) dini hari. (MURIANEWS/LISMANTO)

PATI – Tongtek, tradisi membangunkan warga untuk sahur menggunakan perlengkapan dapur dan bambu saat ini menjadi budaya yang mesti dilestarikan. Pasalnya, tongtek memberikan dampak positif dari berbagai aspek.Menurut Imam Sayidi, warga Perum Griya Kusuma Indah, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, tongtek punya fungsi lebih dari sekadar membangunkan warga untuk sahur.

Pertama, kata dia, bisa mengamankan lingkungan sekitar dari tindak kejahatan yang tidak diinginkan. Salah satunya, pencurian sepeda motor yang saat ini mulai marak selama Ramadan.

Kedua, bisa merekatkan sesama warga dalam simpul kebersamaan tongtek. “Tongtek dilihat dari aspek sosial juga bermanfaat untuk merekatkan dan meningkatkan komunikasi antarwarga,” tuturnya.

Biasanya, warga membawa kentongan dari bambu dengan perlengkapan dapur, seperti botol, galon, hingga ember. (LISMANTO/SUPRIYADI)