Segarnya Es Degan Pak Sugiarto Tanpa Campuran Air Tawar

Es Degan (e)

Sugiharto mengolah es degan tanpa campuran air tawar. (MuriaNewsCom/Hana Ratri)

KUDUS – Jika anda belum menyiapkan takjil untuk buka puasa nanti, cobalah datang ke Jaya Degan, warung es degan milik Sugiharto, untuk membeli degan sebagai menu buka puasa nanti.Sugiharto membuka usahanya ini sejak tahun 2005 silam. Selama sepuluh tahun berjualan di wilayah Getas Pejaten, dirinya sudah akrab dengan berbagai jenis kelapa. Baik dari kelapa tua maupun kelapa muda. Berawal dari kesukaannya minum air degan, akhirnya terbentuk ide untuk membuat kedai tersebut.

Sejak awal dibuka hingga sekarang, ratusan buah kelapa muda setia memenuhi warungnya. Setidaknya dalam 3-4 hari, ia membutuhkan 400 buah kelapa untuk memenuhi permintaan pembeli. “Saat bulan puasa seperti ini, warung ramai di siang hari. Mereka membeli air degan dan buahnya. Mereka mengolah lagi untuk berbuka puasa nanti,” kata Sugiharto.

Pembelinya tak hanya dari wilayah Kudus, tetapi juga dari luar kota. “Kalau pas musim penghujan biasanya dalam 3-4 hari menghabiskan 80 butir kelapa. Kalau musim kemarau seperti ini biasanya menghabiskan 200 butir kelapa,” tambahnya.

Sugiharto mendatangkan kelapa-kelapa tersebut dari Cilacap, Kebumen, dan Purwokerto. Kelapa-kelapa tersebut diolah dengan kualitas terjamin/Haltersebut yang dikatakannya berbeda dengan penjual es degan lainnya.

“Saya membuat es degan airnya murni dari Tuhan, maksudnya asli. Belum tercampur air tawar. Untuk penyajiannya saya gunakan sirup frambozen atau gula jawa asli,” ungkapnya.

Untuk sebutir kelapa beserta buahnya, Sugiharto membanderol Rp 7.000. Sedangkan untuk segelas es degan harganya sangat murah yakni Rp 2.500 per gelas. “Saya mempertahankan kualitas dibandingkan harga. Karena kalau kualitasnya terjaga,pelanggan saya tidak akan pergi,” katanya,mantap. (HANA RATRI/SUWOKO)