Santri Pertajam Tajwid dengan Mudarosah Ayatan

Pesantren (e)

Santri Ponpes Tahfidz Manba’ul Qur’an Kudus tengah mengaji Al Quran. (MuriaNewsCom/EDY Sutriyono)

KUDUS – Setiap pondok pesantren mempunyai sistem pembelajaran Al Quran berbeda-beda. Ada yang mengedepankan hafalannya maupun memprioritaskan ilmu tajwidnya. Namun Ponpes Tahfidz Manba’ul Qur’an Kudus, ponpes yang berdiri pada tahun 1999 telah mengutamakan ilmu tajwidnya terlebih dahulu dibanding hafalan sistem Al Qurannya.Ponpes di Jalaan Bhakti Gang Kiangkat, Desa Rendeng, Kecamatan Kota, ini telah menerapkan sistem mudarosah ayatan pada santrinya untuk mempertajam ilmu tajwidnya.

”Mudaraosah ayatan ini adalah membaca Al Quran secara bersama-sama (berkelompok) dengan cara bergantian secara ayat per ayat. Sehingga santri tersebut akan bisa lebih mudah terpantau oleh ustadnya terhadap benar tidaknya makhorijul hurufnya pada ayat yang dihafalkan tersebut tersebut,” kata Ahmad Shofwan Durri, pengasuh ponpes Manba’ul Qur’an.

Kegiatan mudarosah ayatan ini merupakan bentuk pembelajaran yang nantinya bisa membuat santri paham dengan ilmu tajwid dalam Alqur’an. Sehingga disaat hafalan Alqur’an bisa berjalan dengan baik.

”Biasanya saya melakukan pengajaran mudarosah ayatan ini diwaktu seusai magrib sampai dengan isya’. Sebab waktu tersebut memang cocok untuk dijadikan mengaji Al Quran. Selain itu, mudarosah ayatan yang sudah dilakukan secara berkelompok ini akan dibatasi hanya sampai setengah juz (5 lembar/10 halaman) saja,” papar Shofwan. (EDY SUTRIYONO/SUWOKO)