Penerapan Lima Hari Sekolah Bakal Ganggu Pendidikan Diniyah

Sejumlah siswa tengah belajar di salah satu sekolah di kabupaten Rembang belum lama ini. Dinas Pendidikan setempat menolak kebijakan lima hari sekolah yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (MURIANEWSCOM/AHMADFERI)

Sejumlah siswa tengah belajar di salah satu sekolah di kabupaten Rembang belum lama ini. Dinas Pendidikan setempat menolak kebijakan lima hari sekolah yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (MURIANEWSCOM/AHMADFERI)

REMBANG – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Rembang mendukung penuh sikap Pemkab setempat yang menolak penerapan lima hari sekolah. Dindik sependapat dengan pernyataan Bupati Rembang, Abdul Hafidz untuk menolak, meskipun orang nomor satu di Kota Garam itu baru menlontarkan pernyataan lisan. Salah satu pertimbangan Dindik menolak kebijakan dari Gubernur Jawa Tengah ini adalah terganggunya pendidikan diniyah para siswa. Mardi, Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) pada Dindik Kabupaten Rembang mengaku setuju jika pembelajaran di sekolah dilakukan dalam enam hari dalam satu minggu. Menurutnya kesempatan untuk menimba ilmu keagamaan melalui Madrasah Diniyah bisa terhambat, jika sekolah formal berlangsung sampai sore. Para guru pun akan berat dalam mengajar, jika lima hari sekolah.

“Sebenarnya pertimbangannya cukup banyak, salah satunya adalah untuk tetap memberikan kesempatan bagi siswa mengenyam pendidikan diniyah. Bahkan dari sisi daya penguasaan materi oleh anak-anak justru akan lemah. Sebab penerapan lima hari sekolah akan membuat semakin panjang jam belajar siswa,” ujar Mardi, Jum’at (26/6/2015).

Seperti diketahui, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 420/006752/2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Jateng yang memang telah dikirim ke seluruh bupati/walikota. Ganjar Pranowo ingin seluruh sekolah di provinsi Jawa Tengah menerapkan waktu belajar lima hari sekolah dalam sepekan guna meningkatkan kualitas pertemuan dengan orang tua murid. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)