Usai Dandangan, Penjual Gerabah Mayong Ini Pindah ke Blora

Sejumlah grabah yang beraneka ragam dijual di trotoar samping Luwes, Blora. (MURIA NEWS/PRIYO)

Sejumlah grabah yang beraneka ragam dijual di trotoar samping Luwes, Blora. (MURIA NEWS/PRIYO)

BLORA – Berkah Ramadan dan Lebaran ternyata tidak hanya dirasakan oleh penjual takjil saja namun juga dirasakan oleh para pedagang mainan. Salah satunya adalah pedagang gerabah mainan. Mereka adalah penjual dari Mayong yang sebelumnya mengikuti tradisi Dandangan di Kudus. Tradisi tersebut selalu digelar setiap menjelang datangnya Ramadan.

“Datang ke sini tidak hanya sendirian namun ada beberapa teman yang juga ikut jualan grabah mainan anak-anak,” jelas salah seorang pedagang mainan anak-anak berbahan tanah liat Ahmadi asal Mayong, Jepara, Kamis (25/6/2015).

Menurutnya setiap bulan suci Ramadahan ia dengan beberapa rekannya datang dengan membawa aneka ragam grabah dengan harga yang relatif, tergantung besar kecil ukuran pada grabah tersebut. “Sedikit banyak laku, yang penting halal dan berkah dalam mencari nafkah,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku dalam penjualanya kali ini setiap harinya ada yang membeli dan minimal setiap harinya minimal ada empat orang pembeli. “Setiap hari lumayan kalo ramai hingga mendapat Rp 150 ribu bersih, dan kalo sepi mendapat Rp 50 ribu,” ujarnya

Dalam penjualannya mengaku pindahan dari acara tradisi Dandangan yang ada di Kudus sebelum puasa. Dirinya bersama rombongan lainya berpindah tempat menuju Blora hingga H+ 2 Lebaran nanti. (PRIYO/SUWOKO)