Tak Paham Pos Belanja, 6 Desa di Undaan Molor Selesaikan APBDes

Jpeg

Catur Widiyatno, Camat Undaan. (MURIANEWS/EDY SUTRIYONO)

KUDUS – Dari 16 desa yang ada di Kecamatan Undaan, saat ini 6 desa diketahui belum clear membuat APBDes. Kurangnya konsultasi dan tak pahamnya pos belanja yang tertera dalam draf menjadi alasan utama sulitnya merancang anggaran desa tersebut.”Enam desa tersebut meliputi Desa Larik Rejo, Karang Rowo, Terang Mas, Wates, Ngemplak, dan Berugenjang. Selain itu desa tersebut juga tidak mau konsultasi,” kata Catur Widiyatno, Camat Undaan.

Selain itu, lanjut catur, kebanyakan dari mereka juga belum begitu paham dengan jenis jenis belanja dalam kegiatan yang ada di post APBDes tersebut.

“Seperti contoh, kegiatan Apitan/sedekah bumi. Di situ tertera membeli kerbau sebesar Rp 15 juta untuk disembelih. Namun mereka menaruhnya di pos konsumsi,” sebutnya.

Dengan begitu, APBDes yang seharusnya sudah selesai jadi terlambat. Akibatnya, anggaran untuk infrastruktur desa juga akan terlambat.

”Saya dulu mantan Kabid Anggaran Pemkab, jadi harus teliti. Jangan sampai salah karena bisa menyeret para pejabat desa ke ranah hukum dengan indikasi korupsi,” imbunya. (EDY SUTRIYONO/SUPRIYADI)