Musim Kemarau Tiba, Produksi Garam di Grobogan Melimpah

f-garam (e)

Beberapa warga sedang memproduksi garam (MURIANEWS/DANI AGUS)

GROBOGAN- Datangnya musim kemarau ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pembuat garam di Desa Jono, Kecamatan Tawangharjo. Karena, pada saat seperti ini produksi garam bisa dipastikan makin meningkat.”Ya, kalau musim panas begini, kami pasti punya banyak stok garam. Soalnya, pembuatan garam bisa cepat jadi,” kata Suwito, salah seorang pembuat garam di desa tersebut.

Menurutnya, melimpahnya produksi garam itu terjadi karena pada musim panas ini waktu produksi bisa lebih singkat. Di mana, saat ini dia hanya butuh waktu sekitar lima hari untuk memproduksi garam. Biasanya, proses pembuatan garam perlu waktu sedikitnya satu minggu dan pada musim penghujan proses produksi bisa memakan waktu 10 hingga 15 hari.

”Karena tiap hari cuacanya panas sekali, maka waktu pembuatan garam bisa makin cepat. Hanya dalam waktu lima hari, air di dalam klakah (belahan bambu) sudah mengkristal jadi garam,” ujar pria yang sudah belasan tahun membuat garam itu.

Menurutnya, saat musim panas seperti ini, setiap panen, rata-rata bisa menghasilkan garam 150-200 kilogram. Sementara pada musim hujan garam yang dihasilkan berkisar 100 kg saja. Adapun harga jual garam sekitar Rp 4.000 per kilogram. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)